Festival Film Cannes 2025 resmi dibuka pada Selasa (14/5) di French Riviera, dengan nuansa politik yang kuat menyelimuti karpet merah. Ketua juri tahun ini, aktris Prancis Juliette Binoche, memberikan penghormatan menyentuh kepada jurnalis foto Gaza, Fatima Hassouna, yang terbunuh akibat serangan udara Israel bulan lalu.
“Fatima seharusnya hadir bersama kita malam ini,” ucap Binoche di hadapan para sineas dan aktor papan atas dunia. “Pada 16 April, saat fajar menyingsing di Gaza, Fatima Hassouna, 25 tahun, dan sepuluh anggota keluarganya terbunuh oleh misil yang menghantam rumah mereka.
Lebih dari 380 tokoh perfilman dunia—termasuk Ralph Fiennes, Richard Gere, Susan Sarandon, dan Pedro Almodóvar—menandatangani sebuah surat terbuka yang mengutuk genosida di Gaza dan menyuarakan rasa malu atas sikap diam industri film. “Kami tidak bisa tinggal diam saat genosida berlangsung di Gaza,” bunyi surat yang dipublikasikan di harian Libération dan majalah Variety.
Meskipun sempat disebut sebagai salah satu penandatangan, nama Juliette Binoche tidak tercantum dalam daftar akhir surat tersebut. Namun, pernyataannya pada pembukaan festival dianggap sebagai bentuk solidaritas tersendiri. Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut para tahanan Israel pada 7 Oktober serta para tahanan lainnya.
Hassouna, yang terbunuh dalam serangan udara Israel bulan lalu, menjadi subjek film dokumenter “Put Your Soul on Your Hand and Walk”, yang akan ditayangkan perdana di Cannes pada Kamis oleh Sepideh Farsi, sutradara Iran yang diasingkan. Farsi menyerukan agar penyelenggara Cannes mengecam pengeboman dan blokade Gaza yang kini menghadapi “risiko kelaparan akut,” menurut laporan PBB. Di tengah suasana politik yang memanas, Cannes tetap melanjutkan perayaan glamornya.
Sumber:
https://www.newarab.com/news/juliette-binoche-pays-tribute-slain-gaza-journalist-cannes
https://www.newarab.com/news/cannes-festival-under-pressure-take-stance-gaza-war








