Pembangunan kembali hunian di Jalur Gaza dapat berlangsung hingga abad berikutnya jika diasumsikan kecepatan pembangunan sama dengan sebelumnya, sebagaimana dituliskan dalam laporan PBB yang dirilis hari ini menurut Reuters.
Serangan bom Israel yang berlangsung hampir tujuh bulan telah menyebabkan kerugian miliaran dolar dan mengubah bangunan beton bertingkat tinggi di Gaza menjadi puing-puing. Data Palestina menunjukkan sekitar 80.000 rumah telah hancur dalam kampanye pengeboman genosida Israel.
Penilaian yang dirilis oleh Program Pembangunan PBB (UNDP) menyatakan bahwa Gaza membutuhkan sekitar 80 tahun untuk memulihkan semua unit perumahan yang sepenuhnya hancur. Namun, dalam skenario terbaik jika bahan bangunan dapat tersedia lima kali lebih cepat daripada krisis terakhir pada tahun 2021, pemulihan dapat selesai pada tahun 2040, kata laporan tersebut.
UNDP membuat serangkaian proyeksi mengenai dampak sosio-ekonomi perang berdasarkan durasi perang saat ini, dan memproyeksikan penderitaan yang berkelanjutan selama beberapa dekade.
“Tingkat kerugian manusia, kehancuran modal, dan peningkatan tajam kemiskinan dalam waktu singkat yang belum pernah terjadi sebelumnya akan memicu krisis pembangunan serius yang membahayakan masa depan generasi mendatang,” kata Administrator UNDP Achim Steiner dalam sebuah pernyataan.
Dalam perhitungan jika perang berlangsung selama sembilan bulan, kemiskinan akan meningkat dari 38,8 persen populasi Gaza pada akhir tahun 2023 menjadi 60,7 persen, sehingga menyeret sebagian besar kelas menengah ke bawah garis kemiskinan, kata laporan itu.
Sumber: https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








