Pasukan Khusus Israel yang menyamar dilaporkan telah membunuh seorang anak laki-laki Palestina berusia 15 tahun pada Selasa (19/9) karena ia melihat tentara Israel menyelinap ke kamp pengungsi Jenin untuk melakukan operasi militer. Dalam sebuah laporan dari Defense for Children Palestine (DCIP) yang berbasis di Jenewa, Rafat Omar Ahmad Khamayseh (15) saat itu berjalan dari rumah kakeknya di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat utara. Ia kemudian “melihat Pasukan Khusus Israel keluar dari tiga mobil berlisensi Palestina dan mengepung rumah keluarga seorang pria Palestina.”
Rafat kemudian melarikan diri sambil berteriak, ‘Pasukan Khusus! Pasukan Khusus!’ Mendengar pengumuman dari Rafat, seorang tentara Israel bergegas mengejar Rafat dan menembak perutnya dari jarak 10 meter. Tak cukup sampai di sana, pasukan Israel kemudian menembaki anak itu lagi ketika seorang pria Palestina datang untuk membantunya. Pria tersebut segera membawa Rafat menuju rumahnya, kurang dari lima meter jauhnya. Ia dan keluarganya berusaha menolong Rafat selama sekitar satu setengah jam, sebab militer Israel mencegah ambulans untuk mengakses kamp pengungsi Jenin.”
Anak laki-laki tersebut dilaporkan “ditembak dengan satu peluru yang masuk ke perutnya dan keluar dari sisi kanan atas dadanya. Dia mengeluarkan banyak darah dari mulut dan hidungnya saat menunggu ambulans.” DCIP menyatakan bahwa “Rafat meninggal sebelum ambulans sempat memindahkannya ke Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin.”
Pembunuhan Rafat Khamayseh adalah pembunuhan terbaru terhadap warga Palestina – terutama anak di bawah umur – oleh pasukan atau pemukim Israel tahun ini. Setidaknya 240 warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dilaporkan telah dibunuh sejak awal tahun 2023, termasuk 46 anak-anak. Kelompok hak asasi manusia tersebut menegaskan pembunuhan anak-anak Palestina di bawah umur sebagai praktik umum yang dilakukan oleh pasukan Israel. Mereka menyatakan dalam laporannya bahwa “Investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh DCIP secara teratur menunjukkan bahwa pasukan Israel menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak-anak Palestina dalam keadaan yang mungkin bersifat di luar proses hukum atau pembunuhan yang disengaja.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها







