JAKARTA-Di Jalur Gaza, seluruh penduduknya sudah pernah merasakan kelaparan akibat genosida dan blokade oleh Israel. Laki-laki, perempuan, lansia, bahkan bayi dan anak-anak, semuanya tidak ada yang terlepas dari penderitaan akibat kelaparan. Untuk membantu meredakan penderitaan mereka, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan makanan siap saji yang memberi manfaat bagi 1.818 orang di Khan Younis.

Sebelum genosida, penduduk Gaza bisa memproduksi bahan pangan mereka sendiri. Akan tetapi, sejak genosida meletus, Israel secara sistematis menghancurkan infrastruktur untuk produksi pangan di Gaza. Pada Agustus 2025, 90 persen lahan pertanian telah rata dengan tanah. Selain itu, Israel juga menghancurkan 2.500 peternakan ayam, membunuh 36 juta unggas, dan menghancurkan pelabuhan perikanan.
Karena infrastruktur untuk memproduksi pangan telah dihancurkan, ditambah dengan genosida ketat oleh Israel, penduduk Gaza terpaksa bergantung pada bantuan kemanusiaan. Akan tetapi, bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk seringkali tidak mencukupi kebutuhan penduduk, sehingga banyak yang meregang nyawa akibat kelaparan. Kementerian Kesehatan di Gaza menyebutkan bahwa 40,63 persen korban meninggal akibat kelaparan adalah lansia (di atas 60 tahun), dan 34,74 persennya adalah anak-anak.


Pada tahun 2025, kasus kelaparan di kalangan anak-anak di bawah lima tahun melonjak dari 2.754 pada bulan Januari menjadi 14.383 pada bulan Agustus. Tak ingin jumlah ini terus bertambah, pada 22 Desember 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan makanan siap saji ke Jalur Gaza. Bantuan makanan siap saji ini telah memberi manfaat bagi 1.818 orang di Khan Younis.


Satu potong roti atau satu sendok nasi yang tampak kecil bagi kita, bagi penduduk Gaza merupakan berkah yang tak ternilai. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan makanan siap saji darimu telah menjadi kekuatan bagi ribuan penduduk Gaza untuk terus bertahan.








