Bencana tanah longsor menimpa Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada Senin (6/3) pukul 11.15 WIB. Bencana tersebut diduga akibat hujan intensitas tinggi. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa hari belakangan mengakibatkan banjir sehingga tanah dari atas bukit Kecamatan Serasan berjatuhan, akibatnya rumah-rumah warga dan jalan raya tertimbun material longsor.
Korban meninggal dunia telah bertambah menjadi 15 orang, dari sebelumnya 10 korban, sementara puluhan lainnya masih dicari. “Penemuan ini didapat di sekitar Desa Genting dan Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan. Untuk data korban sedang dalam proses pendataan, karena terkendala dengan terputusnya jaringan komunikasi di Kecamatan Serasan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Raja Darmika, melalui pesan WhatsApp, sebagaimana dikutip Kompas.com, Senin (6/3). Raja memperkirakan, hingga saat ini masih ada 50 orang yang hilang akibat tertimbun longsor.
Sementara itu, tiga desa di area sekitar longsor telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena masih terjadi longsor susulan. Di antaranya Desa Genting, Air Raya, dan Desa Air Sekain. Raja mengatakan tim evakuasi kesulitan menuju lokasi longsor karena terkendala gelombang tinggi. Menurutnya, lokasi longsor merupakan pulau terpisah dari Kepulauan Riau yang terdiri dari dua kecamatan, yakni Serasan dan Serasan Timur. Untuk menuju ke lokasi tersebut, tim dapat melalui jalur udara dengan helikopter dan jalur laut yang membutuhkan waktu tempuh selama 4–5 jam.
Plh Komandan Koramil 06/Serasan Serma Rahmansyah Saragih mengatakan material longsor bukan hanya menimpa perkampungan, melainkan jalan raya juga. Rahmansyah menambahkan bahwa longsor susulan masih terjadi dan rumah warga yang tertimpa longsor belum bisa dihitung.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








