Pada Rabu pagi (11/06), Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir, bersama puluhan pemukim Yahudi, kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds yang diduduki. Mereka memasuki kompleks melalui Gerbang Al-Maghariba di bawah pengawalan ketat polisi Israel dan melakukan tur di pelataran masjid.
Selama kunjungan tersebut, sejumlah ibadah Talmudik dilakukan secara terbuka, memicu kecaman luas karena dianggap sebagai tindakan provokatif yang melanggar kesucian tempat suci umat Islam. Akses jamaah Muslim ke Masjid Al-Aqsa dibatasi selama aksi tersebut, dan pembatasan pergerakan juga diberlakukan terhadap warga Palestina di sekitar kota tua Al-Quds (Yerusalem).
Pihak-pihak di Palestina memperingatkan bahwa pelanggaran berulang terhadap kesucian Al-Aqsa dan upaya mengubah status quo akan memicu ketegangan keagamaan yang semakin memburuk. Tindakan seperti ini dipandang sebagai bentuk pengabaian terhadap perasaan umat Islam dan upaya sistematis untuk mengubah identitas religius situs tersebut.
Seruan terus disampaikan kepada warga Palestina untuk memperkuat kehadiran mereka di kompleks Masjid Al-Aqsa, demi menjaga kesucian dan menolak segala bentuk pelanggaran serta upaya penguasaan sepihak.
Sumber:
Hamas warns of Ben Gvir’s intents to fuel religious conflict over Aqsa Mosque








