Para perempuan muda Gaza menggelar maket/miniatur Masjid Al-Aqsa dan memperagakan bagaimana keseharian seorang murabithah (penjaga Masjid Al-Aqsa) dalam sebuah kegiatan kampus yang berlangsung di Masjid Agung al-Omari di Kota Gaza.
Bertajuk “Saya Perempuan Al-Quds”, para pemudi dan mahasiswi Gaza mengikuti kegiatan ini untuk mengetahui bagaimana para murabithah bekerja untuk menjaga Masjid Al-Aqsa.
Acara ini merupakan satu rangkaian dari “Kamp Al-Quds Mau’iduna” (Al-Quds merupakan hak kami) yang diselenggarakan di Gaza Timur. Selain mempelajari bagaimana menjadi penjaga Masjid Al-Aqsa, kegiatan kamp juga termasuk memasak nasi maqluba, menenun bendera dan peta Palestina, menghafal di masjid Al-Aqsa, dan menjual kue Al-Quds.
Acara tersebut, menurut penyelenggara, bertujuan agar para mahasiswa merasakan suasana Masjid Al-Aqsa dan mengetahui bagaimana perlakuan Israel terhadap murabithah yang bekerja untuk mengkonsolidasikan kehadiran jamaah dan melawan terorisme Israel.
Israel telah meningkatkan pelanggaran mereka di Masjid Al-Aqsa. Baru-baru ini, polisi Israel pada hari Minggu (17/7) menahan seorang murabithah, Khadijah Khweis. Pasukan Israel menangkap Khadija ketika akan meninggalkan Bab Hatta, salah satu gerbang masjid Al-Aqsa, dan membawanya ke kantor polisi Al-Qashla. Ia kemudian dibebaskan dengan syarat dideportasi dari Masjid Al-Aqsa selama seminggu dan dapat hukuman ini dapat diperpanjang.
Khweis adalah salah satu dari beberapa perempuan Palestina yang terus berjaga di Masjid Al-Aqsa (murabithah). Israel telah sering melarangnya untuk memasuki masjid, baik untuk beribadah atau tujuan lain. Dia pertama kali mendapat larangan memasuki kompleks Al-Aqsa pada tahun 2011. Larangan berlaku selama berhari-hari atau berbulan-bulan, dengan total delapan tahun. Selain mendapat larangan ke Masjid Al-Aqsa, Israel juga melarangnya bepergian ke luar negeri.
Sementara itu, Khadijah pun harus hidup terpisah dari sang suami, yang terpaksa harus meninggalkan rumah mereka di al-Tur dan pindah ke Tepi Barat karena tidak memiliki surat izin tinggal untuk Al-Quds (Yerusalem) Timur.
Selain menangkap Khadijah, pasukan juga menyerbu rumah keluarga Jaber di Batn Al-Hawa, Silwan, dan menangkap anak mereka, Mahdi. Pasukan juga menahan Zuhair Al-Rajabi, Kepala Komite Lingkungan Batn Al-Hawa setelah memanggil dan mengintrogasinya di Kantor Polisi Salah El-Din di Al-Quds (Yerusalem).
Penangkapan ini merupakan kegiatan rutin yang militer Israel lakukan, dan merupakan sebuah kampanye terhadap warga Al-Quds (Yerusalem) dan berbagai daerah di sekitarnya.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130087
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







