Jakarta — 28 Januari 2024, dalam rangka mendukung upaya kemerdekaan Palestina, Adara berkolaborasi dengan The Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) movement. Pada kegiatan BDS Townhall yang bertajuk Stop the Genocide End Apartheid di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail Adara ikut menyuarakan gerakan yang diinisiasi oleh BDS. Adara hadir dengan pameran sejarah kerjasama Indonesia Palestina, perangko Indonesia-Palestina pada tahun 1978 turut dihadirkan dalam pameran ini.


“Kita harus mulai melakukan dari diri sendiri, mengawali boikot produk yang diketahui terlibat langsung dalam pelanggaran berat terhadap rakyat Palestina. Lalu, paling penting juga kita hanya bisa efektif kalau kolektif kita harus bangun solidaritas tidak hanya individu tetapi juga insitutsi hingga pemerintah,” ujar Omar Barghouti Co-Founder BDS Movement saat hadir secara virtual dalam acara BDS Indonesia Town Hall.
Dalam acara iniirektur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menyebutkan hasil penelitian Amnesty International menyimpulkan hukum, kebijakan, dan praktik Israel terhadap warga Palestina merupakan sistem apartheid. Dalam laporan yang diterbitkan pada tahun 2022, Amnesty merinci bagaimana Israel memperlakukan warga Palestina sebagai kelompok ras yang terpisah dan inferior.
Selain itu, Israel juga menerapkan sistem penindasan dan dominasi terhadap rakyat Palestina di mana pun mereka melakukan kontrol yang efektif. “Amnesty telah meminta Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional untuk mempertimbangkan kejahatan apartheid dalam penyelidikannya saat ini di Wilayah Pendudukan Palestina dan menyerukan negara-negara untuk menerapkan yurisdiksi universal untuk membawa para pelaku ke pengadilan,” ujarnya.
Demikian pula, dalam laporan yang dikeluarkan Amenesty pada tahun 2017, menyimpulkan undang-undang, kebijakan dan praktik pemerintah Myanmar yang diskriminatif dan eksklusif terhadap Rohingya di Negara Bagian Rakhine merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan akibat apartheid.
Berbagai data dan fakta dipertontonkan kepada peserta yang hadir pada Ahad lalu. Setelah kehadiran di ruangan ini, kami harap kita dapat terus melanjutkan gerakan Boycott, Divestment, Sanctions. BDS juga sudah menyiapkan nama-nama yang akan menjadi target utama boikot, divestasi dan sanksi.





![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


