Bayi asal Gaza berusia 19 bulan meninggal pada Jumat (25/3) setelah ‘Israel’ menolak aksesnya ke rumah sakit di luar Gaza di Persimpangan Erez. Sekitar pukul 10.30 pada Jumat waktu setempat, sumber medis di Rumah Sakit Eropa Gaza mengumumkan kematian Fatma Jalal al-Masri. Menurut Al-Mezan, perwakilan hukum Fatma, dokter mendiagnosisnya dengan cacat septum ventrikel pada 2021.
Fatma memperoleh rujukan medis dari Kementerian Kesehatan Palestina dan mengonfirmasi tiga jadwal perawatan di Rumah Sakit Al-Makassed di Al-Quds (Yerusalem). Namun, Israel menolak mengeluarkan izin yang diperlukan untuk melakukan perjalanan ke Al-Quds yang diduduki untuk perawatan. Kesehatan Fatma memburuk selama beberapa bulan dan meninggal tiga minggu setelah jadwal perawatan terakhirnya kembali terlewat.
Al-Mezan mengatakan bahwa “Fatma menjadi sasaran sistem izin Israel yang sewenang-wenang dan diskriminatif. Sistem ini menunda akses ke rumah sakit di luar Jalur Gaza dan telah menolak mengeluarkan izin perawatan bagi sekitar 30 persen kasus yang mendesak.” Al-Mezan sangat menyesali kematian Fatma dan mengutuk keras blokade berkelanjutan Israel atas Jalur Gaza.
Sumber :
https://qudsnen.co/19-month-old-gazan-patient-dies-after-denied-care-by-israel/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








