Bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk Palestina sampai saat ini dilaporkan masih tertahan di Mesir. Bantuan dari berbagai negara termasuk Indonesia itu belum tersalurkan kepada warga Gaza.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun mengatakan, “Semua bantuan kemanusiaan, bahkan dari pemerintah Indonesia, ada di El Arish, Mesir, menunggu izin dari ‘para pembunuh’ alias Israel,” kata Zuhair usai upacara penerimaan 22 calon kadet Palestina di Kantor Kementerian Pertahanan Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023). Bahkan, Zuhair menyebutkan, pemerintah Palestina pun kesulitan masuk ke Jalur Gaza. “Jadi tidak mudah bagi para pemimpin kami atau warga kami untuk masuk ke Gaza,” tutur Zuhair.
Pesawat Airbus A330 dengan nomor penerbangan JT6001 yang membawa bantuan kemanusiaan ketiga dari Indonesia untuk Palestina telah tiba di Bandara El Arish, Mesir, sejak Senin (6/11) sekitar pukul 13.30 waktu setempat atau 18.30 WIB. Bantuan ini tiba menyusul dua pesawat C-130 Hercules A-1237 dan A-1238 yang telah tiba sebelumnya. Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Nugraha Mansury yang tiba bersama pesawat Hercules menyambut kedatangan pesawat ketiga ini di Bandara El Arish. Tampak juga Duta Besar Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf turut menyambut.
Pahala menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Indonesia atas kekerasan yang terjadi kepada masyarakat Palestina di Gaza. Selain itu, pengiriman bantuan ini pun memiliki pesan berupa harapan agar kekerasan di Gaza bisa segera dihentikan. “Kita berharap kekerasan yang terjadi di Gaza benar-benar bisa dihentikan. Apalagi sebagian besar dari korban yang sampai saat ini sudah jadi korban itu masyarakat sipil yang tidak terkait dengan apa yang terjadi atau masyarakat yang innocent,” ungkapnya.
Pesawat ketiga tersebut mengangkut sekitar 26,5 ton logistik bantuan yang melengkapi total 51,5 ton bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Indonesia. Bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Mesir.
Perwakilan dari Bulan Sabit Merah Mesir, Mahmoud Gamaal, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja 24 jam menerima bantuan yang datang ke Mesir dari seluruh negara di dunia. Bulan Sabit Merah Mesir akan terlebih dahulu memilah bantuan tersebut berdasarkan prioritas sebelum dikirimkan ke Gaza. “Kami membuat prioritas dan di antara yang sangat dibutuhkan sekarang adalah bantuan medis untuk pihak lain (Gaza),” ujarnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








