Banjir melanda wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, imbas meluapnya Sungai Kapuas. Tercatat sebanyak 4.477 rumah warga di 14 desa terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) 40–130 sentimeter. Sebanyak 18.804 jiwa yang tersebar di Kecamatan Kapuas Tengah, Timpah, dan Mantangai terdampak. Selain itu terdapat 43 rumah ibadah, 49 sekolah, 15 fasilitas kesehatan dan 76 akses jalan raya terendam.
Pengolah Informasi dan Komunikasi BPBD Kabupaten Kapuas Jery Hidayatullah mengatakan Kecamatan Timpah dan Mantangai menjadi daerah yang terparah karena debit air masih meningkat. “Banjir terjadi di sembilan desa di kecamatan Kapuas Tengah berangsur surut, selanjutnya untuk Kecamatan Limpah dan Mantangai saat ini debit air terus meningkat,” kata Jery dikutip dari Youtube BNPB Indonesia, Rabu (5/4).
Dalam laporan tertulis dari Panahatan Sinaga selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas. Banjir di wilayah tersebut telah menyebabkan sedikitnya 39 warga mulai terserang penyakit berupa gatal-gatal. Selain itu ada seorang warga yang dirawat di posko kesehatan karena mengalami diare dan muntah-muntah. Panahatan mengatakan bahwa seluruh warga yang mengalami keluhan kesehatan itu telah mendapatkan perawatan intensif dari tim UPT Puskesmas Pujon di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, yang juga selalu dikawal oleh Babinsa dan Bhabinkamtimbas setempat.
Sebagaimana berdasarkan Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana Banjir bernomor 360/94/BPBD Tahun 2023, yang ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Kapuas pada Kamis (30/3), seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kapuas terus melakukan upaya penanganan darurat.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kapuas, Tagana, TNI, Polri, Dinsos, Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan Dinkes serta relawan penanggulangan bencana terus melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Tim tersebut juga rutin melakukan pemantauan ke rumah-rumah warga untuk melakukan pengecekan kesehatan dan membagikan paket makanan. “Tim gabungan melaksanakan pengecekan di lokasi kejadian serta melakukan sweeping ke rumah-rumah warga,” ujar Panahatan.
Di sisi lain, menurut Panahatan, tim Kesehatan juga telah mendirikan pos kesehatan, melaksanakan pengobatan dan pemantauan pasien yang terkena penyakit serta menyuplai obat-obatan ke tiap desa yang terdampak banjir. Di samping itu, bantuan logistik juga disalurkan dari luar Kabupaten Kapuas yang meliputi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Polres Kapuas, Kodim 1011/KLK dan Bank Kalteng.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








