Banjir lahar dingin Semeru yang terjadi pada Jumat (7/9), telah melumpuhkan sejumlah jembatan dan jalan penghubung di Lumajang, Jawa Timur. Selain banjir lahar dingin Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang juga diterjang bencana tanah longsor di sejumlah titik. Getaran banjir di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terekam seismograf sebanyak empat kali selama 5 sampai 6 jam pada Jumat (7/9). Pengamatan kegempaan mencatat getaran banjir itu akibat hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak gunung tersebut.
Banjir lahar Gunung Semeru mengakibatkan lima jembatan ambruk, serta enam rumah warga rusak. Jembatan yang rusak merupakan penghubung antara Lumajang dan Malang. Lima jembatan yang rusak yakni jembatan penghubung Desa Kloposawit dengan Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro. Lalu Jembatan penghubung Lumajang-Malang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Selanjutnya, di Jembatan Kali Regoyo penghubung Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan. Lalu Jembatan penghubung Desa Tumpeng dan Desa Nguter, dan Jembatan Kalibaru Pronojiwo.
Tak hanya merusak sejumlah jembatan, banjir juga memaksa sekitar 1.038 warga mengungsi dan setidaknya tiga orang meninggal dunia. Untuk lokasi pengungsian, BPBD Jatim menyebut ada 13 titik yang disediakan pemerintah. Yakni di Balai Desa Tumpeng Kecamatan Candipuro, Balai Desa Jarit Kecamatan Candipuro, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Tambahrejo, Balai Desa Besuk, Dusun Kampung Baru Sumberwuluh. Kemudian di Ponpes Nurul Salam Jarit, Rumah warga Patung Salak, Rumah Komunitas ‘Wani Gosong Jarit’, Pronojiwo, Tempursari, Desa Pasrujambe, dan Balai Desa Nguter.
Pemerintah akan memprioritaskan rekonstruksi sejumlah jembatan yang rusak dan terputus akibat diterjang banjir lahar dingin Gunung Semeru. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pemerintah tidak menunggu masa tanggap darurat selesai karena hal-hal yang terkait dengan koneksitas dan mobilitas penduduk harus segera dilakukan rekonstruksinya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








