• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Banjir Ekstrem selama Tiga Bulan Terakhir Mengancam 19 Juta Anak di Dunia

by Adara Relief International
November 5, 2022
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Banjir Ekstrem selama Tiga Bulan Terakhir Mengancam 19 Juta Anak di Dunia
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Banjir yang tersebar di berbagai wilayah selama tiga bulan terakhir telah membuat kehidupan sekitar 19 juta anak terancam di lima negara yang paling terkena dampak. Save the Children mengatakan hal tersebut guna menyoroti perlunya KTT COP27 pada pekan depan untuk mengendalikan darurat iklim. Anak-anak di Pakistan, Nigeria, India, Chad, dan Sudan Selatan, telah menyaksikan banjir terbesar pada Agustus hingga Oktober tahun ini. Banjir di lima negara tersebut memengaruhi total 38,7 juta orang, menurut International Disasters Database, dengan ribuan orang tewas dan jutaan mengungsi. Aliran air yang melebihi level bahaya meninggalkan jejak kehancuran di setiap negara. Di antaranya, rumah terendam, tanaman hancur, dan sekolah terpaksa ditutup yang mengganggu pendidikan ribuan anak.

Hujan monsun yang deras, dipercepat oleh pencairan glasial, memicu banjir bandang yang memecahkan rekor di Pakistan pada musim panas ini. Banjir berdampak parah pada sekitar 16 juta anak. Banjir secara tidak proporsional melanda rumah tangga yang paling rentan di daerah termiskin di Pakistan, menghanyutkan ternak dan jutaan hektar lahan pertanian, serta menenggelamkan seluruh desa. Sebagai akibat langsung dari banjir, antara 8,4 hingga 9,1 juta orang mungkin terjerumus ke dalam kemiskinan, menurut perkiraan resmi pemerintah. Jumlah orang yang kelaparan di Pakistan juga melonjak hingga 45% atau 8,62 juta orang yang sekarang menghadapi krisis atau tingkat darurat kerawanan pangan, dengan 3,4 juta di antaranya adalah anak-anak. 

Berdasarkan Data Kerawanan Pangan Akut, lima negara yang paling terkena dampak banjir semuanya menderita kerawanan pangan tingkat tinggi dan berada dalam cengkeraman krisis kelaparan yang dipercepat oleh bencana iklim. Di Nigeria sekitar 19 juta orang sudah mengalami tingkat krisis kelaparan atau lebih buruk. Banjir ekstrem yang menghancurkan ratusan ribu hektar lahan pertanian pun memperparah keadaan. Lebih dari 1,25 juta anak telah terkena dampak banjir terburuk yang melanda Nigeria dalam satu dekade. Sedikitnya 250 sekolah hancur dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, banjir telah berdampak serius pada pembelajaran anak-anak.

Falimata (16 tahun), gadis yang tinggal di Likdir di Negara Bagian Yobe, timur laut Nigeria, menjelaskan, “Kami belum pernah mengalami banjir dalam jumlah besar di wilayah kami [sebelumnya]. Banjir tahun ini telah menghancurkan rumah, menyapu bersih pertanian orang tua saya, dan memblokir jalan menuju sekolah kami. Kami tidak punya air bersih. Kami kekurangan makanan dan kesulitan mengakses layanan medis. Saya sekarang tinggal di rumah tanpa pergi ke sekolah dan saya tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung. Impian saya adalah untuk mengedukasi dan menunjang komunitas saya secara luas.”

Krisis iklim mengubah dunia dengan implikasi serius bagi anak-anak. Menurut laporan Save the Children, sepertiga dari populasi anak di dunia hidup dengan dampak ganda kemiskinan dan risiko iklim yang tinggi. Laporan tersebut juga menemukan bahwa 80% anak-anak diperkirakan terkena setidaknya satu peristiwa iklim ekstrem dalam setahun. Yolande Wright, Direktur Global Save the Children Child Poverty, Climate, and Urban, mengatakan, “Sangat mengkhawatirkan berapa banyak negara yang menderita banjir yang memecahkan rekor tahun ini, terlebih dalam tiga bulan terakhir. Ketika melihat skala total bagaimana krisis iklim mempengaruhi anak-anak di seluruh dunia, hampir tidak terbayangkan. 

“COP27 merupakan salah satu peluang terakhir untuk mengendalikan keadaan darurat iklim dan menyediakan dana ambisius untuk mengamankan masa depan yang aman bagi planet kita dan generasi yang akan datang. Krisis iklim adalah krisis hak anak yang keputusannya akan dibentuk di Sharm el-Sheikh dan dapat memengaruhi masa depan anak-anak,” tambahnya.

Diperlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk memperbaiki kerusakan akibat banjir di kelima negara tersebut. Namun, skala kebutuhan yang diperlukan untuk rekonstruksi yang berkelanjutan kemungkinan besar melebihi sebagian besar sumber daya yang tersedia di negara-negara tersebut. Save the Children menyerukan kepada pemerintah di COP27 untuk mendukung terciptanya mekanisme pendanaan kerugian dan kerusakan iklim baru untuk membantu mengatasi biaya dampak krisis iklim terhadap hak-hak anak. 

Sumber: 

https://www.savethechildren.net

Baca Juga

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

https://reliefweb.int/report

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Internasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Prevalensi Stunting Balita Indonesia Tertinggi ke-2 di Asia Tenggara

Next Post

Palestina Tuntut Inggris Minta Maaf atas Deklarasi Balfour

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
15
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Palestina  Tuntut Inggris Minta Maaf atas Deklarasi Balfour

Palestina Tuntut Inggris Minta Maaf atas Deklarasi Balfour

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630