Banjir bandang menerjang Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor sejak Senin (24/4) malam. Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat 1.001 jiwa di Desa Sadeng terdampak banjir bandang luapan aliran air Kali Cinanggung. “Saya tadi berkeliling ke lokasi bencana, ini merupakan bencana yang cukup besar yang pertama terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” kata Pelaksana Tugas Bupati Bogor Iwan Setiawan usai meninjau lokasi bencana di Desa Sadeng, Bogor, Kamis (27/4)
Sebanyak 1.001 jiwa tersebut terdiri atas 316 KK yang kediamannya terkena banjir bandang. Mereka yang terdampak berada di Kampung Paku RT01, RT02, RI03, RI04 (RW04), RT02, RT03, RT04 (RW03) dan Kampung Cikadu RT01, RT02, RT03 (RW03). Ia menjelaskan, sebagian korban terdampak diungsikan sementara ke Masjid Baiturrahmah, tidak jauh dari lokasi banjir bandang. Banyak masyarakat menangani sendiri material lumpur dari rumah mereka serta membersihkan barang-barang milik mereka.
Iwan menjabarkan, penyebab kejadian banjir bandang itu adalah drainase yang tidak memadai di permukiman padat penduduk. “Setelah keliling lokasi melihat penyebabnya, ada balok melintang dan terbawa sampah sehingga tersumbat di air. Tak hanya itu, ketinggian jembatan terhitung pendek dan drainase kecil,” ungkap Iwan. Oleh karena itu, ia akan memerintahkan BPBD dan tim lain agar meninggikan drainase yang berada di kawasan padat penduduk tersebut. Menurutnya, penyempitan aliran kali juga disebabkan rumah warga yang banyak dibangun hingga tepian sungai. Oleh karena itu, Pemkab Bogor akan menertibkan bangunan tersebut.
Rumah yang mengalami rusak berat akan mendapatkan uang sewa untuk mengontrak sementara. Pihaknya memberikan nominal Rp500 ribu per bulan. Bantuan untuk warga akan dilakukan secara bertahap. “Semuanya ada 8 desa kecamatan (yang terkena bencana), ada yang di Cigudeg, Tenjo, yang di Sukajaya, Sukamakmur. Nanti berapa nilainya, saya belum memutuskan hari ini. Karena sudah hampir Rp500 juta (bantuan) di Desa Sadeng saja,” tegasnya.
Di samping itu, Dinas kesehatan Kabupaten Bogor juga mengerahkan sejumlah tenaga kesehatan di wilayah terdampak banjir bandang. Sejumlah posko-posko medis didirikan guna menangani para korban banjir. Kepala dinkes Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina mengatakan pasca banjir di alami di Kecamatan Leuwisadeng itu, pihaknya sudah mendirikan posko kesehatan di dekat tempat pengungsian.
Mike mengatakan, saat ini kondisi para korban banjir bandang kesehatan cukup stabil, meskipun saat kejadian sempat ada yang kejang -kejang. “Kecuali mungkin kemarin ada anak yang kejang-kejang, tetapi bukan akibat dampak banjir dan sudah dirujuk di Rumah Sakit Leuwiliang,”ujar Kadinkes Kabupaten Bogor. Masih kata Mike, ketiga posko yang didirikan tersebut sudah dilengkapi dengan peralatan dan obat-obatan sehingga para korban yang merasakan kesehatan yang kurang baik bisa langsung ditangani dengan cepat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








