• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Bagaimana Israel Melakukan Perang Psikologis terhadap Anak-Anak Gaza

by Adara Relief International
November 7, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Bagaimana Israel Melakukan Perang Psikologis terhadap Anak-Anak Gaza
42
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada tahun 2014, sembilan tahun sebelum upaya pemusnahan etnis Israel di Jalur Gaza, tentara Israel melakukan “Operasi Productive Edge” di wilayah yang sama. Agresi 51 hari tersebut membunuh 2.251 warga Palestina, di antaranya 551 anak-anak. Tidak lama setelah terjadi pembunuhan besar-besaran pada 2014, seorang psikoanalis kenalan saya di Barcelona mengirimkan saya beberapa foto yang dia peroleh dari seorang rekannya di Gaza. Foto-foto tersebut adalah gambar anak-anak di kota Khuzaa di wilayah selatan Khan Yunis, Gaza, dekat perbatasan dengan Israel.

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Pada pandangan pertama, banyak gambar yang tampak seperti karya seni standar anak-anak, yang menampilkan rumah berwarna-warni, figur tongkat yang tersenyum, rumput, awan, matahari, dan sebagainya. Namun, terlepas dari kemiripan gayanya, ilustrasi-ilustrasi tersebut menggambarkan sebuah lanskap yang sangat berbeda – sebuah lanskap di mana rudal, tank, buldoser, dan jet jelas-jelas menempati posisi sentral di dunia masing-masing seniman muda.

Dalam salah satu gambar, misalnya, sebuah proyektil yang turun dari langit akan menghantam sebuah rumah berwarna oranye dengan atap merah dan bendera Palestina berkibar di atasnya. Di foto lain, rudal dari pesawat terbang diarahkan ke kelompok figur tongkat yang tersenyum. Dengan menawarkan gambaran sekilas tentang dunia yang dilihat dari sudut pandang anak-anak Palestina, karya seni ini juga merupakan bukti lebih lanjut mengenai dampak buruk psikologis yang diakibatkan operasi Israel di Jalur Gaza.

Anak-anak yang membuat gambar-gambar tersebut kini sudah remaja – jika mereka selamat dari pembantaian terbaru yang dilakukan Israel di Gaza, yang telah menewaskan hampir 10.000 orang, termasuk lebih dari 4.800 anak-anak. Tidak ada satu pun tempat yang aman di seluruh wilayah tersebut, karena Israel terus menargetkan rumah, sekolah, dan rumah sakit. Para perwira militer Israel telah mengakui hal ini.

Tentu saja, perubahan kehidupan sehari-hari di Gaza menjadi mimpi buruk. Ini berarti bahwa, bahkan jika bom Israel berhenti berjatuhan, trauma psikologis akan tetap menjadi masalah – mungkin dalam tingkat yang lebih besar daripada sebelumnya. Lima tahun lalu, Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) melaporkan “masalah kesehatan mental dan psikologis” yang parah di kalangan pemuda Gaza. Pada tahun 2020, mayoritas anak-anak di daerah kantong yang diblokade ini diketahui menderita PTSD atau gangguan stres pascatrauma.

Pada Mei 2021, sebanyak 12 anak yang pernah mengikuti program psikososial NRC untuk para korban perang, terbunuh dalam agresi Israel di Gaza.

Selain pembantaian fisik, tampaknya ada upaya lain yang diperhitungkan untuk menimbulkan kehancuran psikologis di Gaza. Istilah bahasa Inggris ‘psyops’ tidak cukup untuk menggambarkan apa yang dilakukan Israel. Menurut kamus Merriam-Webster, ‘psyops’ adalah kata benda jamak yang menunjukkan “operasi militer yang biasanya bertujuan memengaruhi keadaan pikiran musuh melalui cara-cara non-agresif (seperti pembagian selebaran).”

Yang pasti, Israel telah lama unggul dalam praktik menjatuhkan selebaran dari pesawat ke masyarakat sipil di Palestina dan juga di Lebanon, seringkali dengan instruksi untuk mengevakuasi daerah tertentu; Saat ini, psyops semacam itu juga mudah dilakukan melalui telepon seluler.

Namun, mengingat Israel biasa mengebom orang-orang saat mereka mematuhi perintah evakuasi, tidak satu pun dari tindakan tersebut yang benar-benar memenuhi syarat sebagai “cara non-agresif”. Dalam kasus Jalur Gaza yang diblokade yang saat ini tidak menyediakan jalur evakuasi, perang psikologis semacam ini menjadi lebih mengganggu mental.

Tentu saja, secara psikologis tidak ada yang terlalu menenangkan ketika terjebak di sebidang tanah yang padat penduduk, bahkan pada saat Israel tidak sedang melancarkan perang habis-habisan. Pada tahun 2005, tahun ketika Israel menarik diri dari Gaza, mendiang Dr. Eyad El-Sarraj – pendiri Program Kesehatan Mental Komunitas Gaza – mengecam Israel karena berupaya mendorong “ketidakberdayaan warga Palestina di Gaza dengan tujuan membuat seluruh penduduk tertawan dalam ketakutan dan kelumpuhan”.

Dalam film dokumenter On Gaza’s Mind yang dirilis pada tahun 2009, El-Sarraj mengkritik penjajahan Israel yang sedang berlangsung sebagai penyebab “disintegrasi” masyarakat di Jalur Gaza dan “generasi pro-Israel”.

Oleh: Belen Fernandez dari Aljazeera

Sumber:

https://www.aljazeera.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AnakGazaPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Adara adakan Diskusi Publik terkait dengan Agresi Gaza 2023 bersama dengan Serambi FHUI

Next Post

Israel Bunuh Gamer Cilik Gaza, Meninggalkan Impiannya yang Belum terwujud

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Israel Bunuh Gamer Cilik Gaza, Meninggalkan Impiannya yang Belum terwujud

Israel Bunuh Gamer Cilik Gaza, Meninggalkan Impiannya yang Belum terwujud

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630