Menurut aturan baru, orang asing yang mengunjungi Tepi Barat harus memberitahu Kementerian Pertahanan Israel jika mereka jatuh cinta dengan seorang Palestina. Aturan baru yang berlaku mulai Senin (5/8) tidak berlaku bagi orang yang mengunjungi permukiman ilegal Israel. Buku aturan baru hasil rancangan COGAT, badan Kementerian Pertahanan tentang urusan sipil Palestina, telah tertunda dua kali menyusul tantangan hukum.
BBC News melaporkan bahwa berdasarkan aturan tersebut, orang asing yang menikah dengan orang Palestina akan diminta untuk pergi setelah 27 bulan. Langkah kontroversial itu merupakan bagian dari pengetatan aturan terhadap orang asing yang tinggal atau menunggu untuk mengunjungi wilayah Palestina. Selain itu, aturan menetapkan bahwa jika hubungan dimulai setelah orang asing tiba di Tepi Barat, pasangan tersebut harus memberitahu pihak berwenang Israel dalam waktu 30 hari setelah pertunangan, pernikahan, atau pengesahan hubungan mereka.
“Orang asing yang menikah dengan penduduk Palestina, atau memiliki pasangan dari penduduk Palestina, harus melanjutkan untuk membuat perjanjian sebelum tiba di Palestina. Jika hubungan dimulai setelah orang asing tiba, maka pejabat COGAT yang berwenang harus diberitahu secara tertulis dalam waktu 30 hari sejak hubungan dimulai. Pada saat yang sama, aplikasi harus diajukan ke Otoritas Palestina untuk meresmikan statusnya”
Jessica Montell, direktur eksekutif organisasi non-pemerintah Israel HaMoked, yang telah mengajukan petisi ke Pengadilan Tinggi Israel terhadap peraturan tersebut mengatakan: “Ini adalah rekayasa demografis masyarakat Palestina yang mengisolasi masyarakat Palestina dari dunia luar. Mereka semakin menyulitkan orang untuk datang dan bekerja di lembaga-lembaga Palestina, baik itu menjadi sukarelawan, berinvestasi, mengajar, maupun untuk belajar.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








