Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina, setelah ia secara konsisten melaporkan pelanggaran HAM oleh Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Sanksi diumumkan oleh Menlu AS Marco Rubio, yang menuduh Albanese memimpin “kampanye perang politik dan ekonomi” terhadap AS dan Israel. Albanese menyerukan agar Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyelidiki pejabat dan perusahaan yang diduga terlibat dalam genosida, termasuk raksasa teknologi AS seperti Microsoft dan Google.
Albanese, yang dikenal vokal membela hak-hak Palestina, menanggapi sanksi dengan tenang, “Tidak ada komentar terhadap teknik intimidasi ala mafia,” katanya.
Langkah ini menuai kecaman luas, termasuk dari Amnesty International dan mantan pejabat tinggi PBB. Mereka menyebut sanksi tersebut sebagai serangan terhadap hukum internasional dan upaya membungkam pengawas independen.
Sementara itu, agresi Israel di Gaza yang didukung AS telah membunuh lebih dari 57.000 warga Palestina dalam 21 bulan terakhir.
Sumber:
https://www.aljazeera.com/news/2025/7/9/us-sanctions-un-expert-albanese-over-israel-criticism
https://qudsnen.co/us-sanctions-un-expert-francesca-albanese-over-icc-push-against-israel/








