AS mendesak Israel untuk mengevaluasi kembali kekerasan mematikan dan praktik yang dilakukannya selama serangan militer terhadap warga Palestina setelah pembunuhan Mohammed Al-Tamimi, balita berusia dua tahun dari Desa Nabi Saleh.
“Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga Mohammed Al-Tamimi. Kami mendesak Israel untuk mengevaluasi semua penggunaan kekuatan mematikan yang melibatkan korban sipil, dan kami meminta kepemimpinan Israel dan Palestina untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab untuk mengakhiri konflik,” Kantor AS Urusan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (6/6).
Sehari sebelumnya, Mohammad (2), yang sedang menanti ulang tahunnya yang ketiga beberapa bulan lagi, meninggal karena luka tembak di kepala. Insiden tersebut terjadi setelah dia dan ayahnya diserang pasukan Israel di dekat rumah mereka saat hendak mengemudi untuk mengunjungi seorang kerabat. Ayahnya, Haitham, juga tertembak di bagian bahu.
Menyusul kematian Mohammed, Kementerian Luar Negeri Palestina mengeluarkan pernyataan yang mengutuk “tanggung jawab Israel atas pembunuhan 28 anak Palestina sejak awal tahun.” Pernyataan itu juga menyerukan penyelidikan internasional, dan agar Mahkamah Internasional (ICJ) mengambil langkah-langkah melawan Israel.
Ketegangan telah meningkat di Tepi Barat selama berbulan-bulan, di tengah serangan Israel atas kota-kota Palestina. Militer Israel mengakui insiden tersebut, mengungkapkan penyesalan bahwa “warga sipil” telah dirugikan dan bahwa “insiden tersebut akan diselidiki.”
Sebagai tanggapan, kantor PA menyebut penyelidikan Israel “tidak relevan, karena satu-satunya tujuannya adalah menutupi, berbohong, dan melindungi jajaran politik dan militernya di negara pendudukan.” Menurut kantor Pertahanan Palestina untuk Anak Internasional, Al-Tamimi adalah salah satu dari 27 anak di bawah umur Palestina yang tewas akibat aktivitas militer dan pemukim Israel di Tepi Barat dan Gaza sejak awal tahun 2023.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








