• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

AS dan Uni Eropa Sebut Pembagian Wilayah Tepi Barat sebagai “Kejahatan Perang”, Israel Tangguhkan Pembangunan Permukiman

by Adara Relief International
Juni 12, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
AS dan Uni Eropa Sebut Pembagian Wilayah Tepi Barat sebagai “Kejahatan Perang”, Israel Tangguhkan Pembangunan Permukiman
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel akan mengesampingkan rencana untuk memperluas permukiman di timur Al-Quds (Yerusalem), yang jika dibangun, akan membagi Tepi Barat menjadi dua bagian. Subkomite Pemerintah mengungkapkan keberatan terhadap Komite Perencanaan Tinggi Administrasi Sipil, yang mengesahkan pembangunan permukiman di Tepi Barat, dan berencana untuk bertemu pada Senin (12/6) untuk membahas proyek tersebut.

Rencana proyek permukiman E1, yang akan membangun 3.412 unit rumah untuk pemukim Yahudi di tanah Palestina, akan menghubungkan permukiman Kfar Adumim dan Maale Adumim dengan Yerusalem Timur. Menurut kanal berita Israel Haaretz, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta dewan Maale Adumim untuk menarik permintaannya dan terlebih dahulu mengadakan sidang kontroversial mengenai proyek E1. Rencana tersebut secara efektif akan membagi Tepi Barat menjadi dua, mengisolasi Al-Quds Timur dari komunitas Palestina di Tepi Barat dan memaksa warga Palestina untuk membuat jalan memutar yang lebih panjang untuk melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, sementara Israel terus memperluas permukiman yang menampung orang Yahudi.

Amerika Serikat dan Uni Eropa yang telah lama keberatan dengan rencana permukiman tersebut, telah memperingatkan pemerintahan Israel untuk tidak melanjutkan proyek tersebut. Alon Cohen Lifshitz dari Bimkom, sebuah kelompok perencana dan arsitek profesional hak asasi manusia Israel, menyebut proposal itu sebagai “kejahatan perang”. Bimkom bersiap mengajukan keberatan jika pertemuan itu dilangsungkan pekan depan. Berbicara kepada Middle East Eye awal pekan ini, Lifshitz mengatakan: “Keberatan utama kami dari perspektif hukum internasional adalah bahwa itu merupakan kejahatan perang. Di dalam rencana yang menarget wilayah perbatasan itu ada tiga komunitas. Persetujuan rencana itu akan menciptakan paksaan pemindahan komunitas-komunitas ini yang ada di sana bahkan sebelum rencana itu disetujui.”

Perluasan permukiman Israel di Tepi Barat telah mengakibatkan pengusiran komunitas Palestina yang semakin terpecah di wilayah pendudukan, membuat kelangsungan hidup negara Palestina di masa depan semakin tidak terjamin. Ini juga menciptakan “fakta di lapangan”, sebuah argumen yang telah digunakan Israel sejak lama untuk mendorong dibangunnya permukiman di tanah Palestina sebagai bagian dari Israel dalam setiap negosiasi status akhir di masa depan antara Israel dan Palestina.

Sementara proyek E1 mewakili upaya yang paling terlihat untuk inisiatif semacam itu, Lifshitz mengatakan bahwa “seluruh Tepi Barat terfragmentasi oleh permukiman yang ada di mana-mana, menciptakan matriks kontrol yang tersebar di wilayah pendudukan”. Bahkan kalaupun perluasan permukiman tersebut dibatalkan, ia mengatakan “Saya tidak melihat ada hubungan yang kuat antara utara dan selatan Tepi Barat.”

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaPenggusuranUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Stunting di Maluku Berada di Peringkat ke-13 Nasional, Puluhan Ribu Keluarga Berisiko Gizi Buruk

Next Post

Setelah Dideportasi Israel selama Setahun, Penjaga Masjid Al-Aqsa Kembali ke Al-Quds

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
22

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
17
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
17
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
20
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Setelah Dideportasi Israel selama Setahun, Penjaga Masjid Al-Aqsa Kembali ke Al-Quds

Setelah Dideportasi Israel selama Setahun, Penjaga Masjid Al-Aqsa Kembali ke Al-Quds

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630