AS berencana untuk membangun kompleks diplomatik di atas properti pribadi yang mereka sita dari warga Palestina di Al-Quds (Yerusalem) Timur.
Dalam sebuah pernyataan, Pusat Hukum untuk Hak Minoritas Arab di Israel, Adalah, mengatakan mereka telah menemukan bukti baru bahwa tanah tempat AS dan Israel akan membangun kompleks diplomatik terletak di properti pribadi yang mereka rebut dari Palestina.
“Tanah tempat rencana Kompleks Diplomatik AS terdaftar atas nama Negara Israel. Akan tetapi, mereka menyita tanah tersebut secara ilegal dari pengungsi Palestina menggunakan Absentee Property Law tahun 1950,” katanya. “Jika pembangunan terjadi, kompleks kedutaan AS akan berlokasi di tanah Palestina yang mereka sita. Melanggar hukum internasional,” tambah pernyataan itu.
Jelang kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Israel, Adalah mengatakan bahwa keturunan pemilik asli properti itu, termasuk warga AS dan penduduk Palestina di Al-Quds (Yerusalem) Timur, menuntut “pembatalan segera rencana itu”.
Biden rencananya akan tiba di Israel pada 13 Juli, sebagai bagian dari tur yang juga akan mencakup kota Ramallah di Tepi Barat dan Arab Saudi.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







