Penasihat komunikasi dan mantan direktur media pemerintah Afrika Selatan mengecam sikap Barat terhadap agresi Israel terhadap warga Palestina di Gaza, dengan menyatakan bahwa negara-negara Barat telah terlibat dalam genosida terhadap rakyat Palestina.
“Kami yakin bahwa negara-negara Barat kini tidak bisa berbicara dan berkhotbah kepada kami tentang hak asasi manusia, penindasan, dan kebebasan, karena mereka telah kehilangan hak untuk melakukan hal tersebut. Mereka telah mendukung dan terlibat dalam genosida warga Palestina,” kata Mohamed Faizal Dawjee kepada Anadolu di Forum Diplomasi Antalya.
Terkait permohonan negaranya ke Mahkamah Internasional (ICJ) tentang genosida yang dilakukan Israel, Dawjee menekankan pentingnya pemahaman bahwa kebijakan luar negeri Afrika Selatan didasarkan pada hak asasi manusia, keadilan, dan kebebasan.
“Kami melihat penindasan, ketidakadilan, dan apartheid yang sama seperti yang kami alami di negara kami, Afrika Selatan. Faktanya, banyak pemimpin kami di Afrika Selatan yang mengunjungi Palestina mengatakan apa yang mereka lihat di Gaza 10 kali lebih buruk daripada apa yang terjadi di Afrika Selatan,” jelas Dawjee. “Jadi permohonan ke Mahkamah Internasional didasarkan pada hal itu. Kami menginginkan keadilan, kami menginginkan kebebasan, kami ingin penindasan berakhir di Gaza dan Palestina.”
Dawjee mencatat bahwa Afrika Selatan menindaklanjuti permohonan tersebut untuk meminta pengadilan agar memutuskan melawan Israel, “Karena kami percaya bahwa Israel mempraktikkan apartheid, dan melakukan genosida terhadap orang-orang Palestina. Dan hal ini tidak dapat ditoleransi”
Afrika Selatan mengajukan gugatan ke ICJ pada tanggal 29 Desember, dengan memberikan bukti bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, melanggar kewajibannya berdasarkan Piagam PBB, dan terlibat dalam melakukan tindakan genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








