• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Apa Motivasi Terbesar Israel Terhadap Agresi Gaza

by Adara Relief International
Agustus 9, 2022
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Apa Motivasi Terbesar Israel terhadap Agresi Gaza
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Serangan Israel di Gaza pada Jumat (5/8) adalah “hasil dari perencanaan selama berminggu-minggu dan merupakan sebuah tindakan yang disengaja untuk mendapatkan legitimasi publik mereka”, kata pengamat Palestina, merujuk pemilihan umum Israel yang akan digelar pada November.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Pada Jumat, Israel meluncurkan rudal ke daerah kantong Palestina yang diblokade, menewaskan 10 orang, termasuk seorang gadis berusia lima tahun, perempuan berusia 23 tahun, serta seorang komandan sayap militer di Gaza.

Kekerasan ini menimbulkan kekhawatiran akan perang lain di Gaza, hanya 15 bulan setelah agresi Israel pada Mei tahun lalu, yang menewaskan lebih dari 260 orang.

“Semua orang gugup, tidak ada keinginan untuk berperang,” kata Tamer Qarmout dari Institut Studi Pascasarjana Doha, yang berasal dari Gaza dan memiliki keluarga di sana.

“Gaza telah menyaksikan empat atau lima konflik besar selama 15 tahun terakhir. Kami masih berbicara tentang rekonstruksi Jalur Gaza. Gaza tidak pernah benar-benar pulih, hanya hidup dari konflik ke konflik,” katanya kepada Al-Jazeera.

Serangan mematikan Israel terjadi setelah pasukan Israel menangkap Bassam al-Saadi, salah seorang anggota militer, awal pekan ini. Al-Saadi ditangkap dalam serangan Israel di Kota Jenin, Tepi Barat, dan menyebabkan seorang remaja Palestina terbunuh.

Taktik Militer “Dominasi Cepat” dalam unjuk kekuatan

Sebelum pembunuhan salah seorang anggota militer Gaza, Israel memperketat cengkeramannya ke Jalur Gaza yang sudah 15 tahun berada di bawah blokade brutal ini, dengan menutup semua penyeberangan perbatasan. Israel juga menutup jalan di sekitar Gaza pada awal pekan ini dan mengirim bala bantuan militer ke perbatasan, untuk bersiap atas reaksi dari penangkapan al-Saadi.

Serangan pada Jumat (5/8) terjadi setelah beberapa serangan yang telah dilancarkan sebelumnya, antara lain serangan pesawat tak berawak di Jalur Gaza, yang membuat beberapa pengamat mengatakan bahwa eskalasi saat ini merupakan sebuah langkah yang diperhitungkan. Sementara itu di Tepi Barat, serangan Israel oleh tentara dan pemukim juga mengalami peningkatan, yang diiringi dengan penangkapan warga Palestina dan penghancuran rumah.

“Israel mempersenjatai pemukim mereka di Tepi Barat untuk menembak dan membunuh warga Palestina dan tidak (melakukannya) di bawah rantai komando militer. Jadi, apa yang kita lihat sekarang adalah intensifikasi strategi militer shock and awe (taktik unjuk kekuatan yang spektakuler), ”kata Mariam Barghouti, seorang peneliti yang berbasis di Ramallah, “Mari mengingat bahwa pemilihan Israel berikutnya akan berlangsung pada November mendatang, dan ada kecenderungan bahwa para pemimpin Israel menggunakan Gaza sebagai senjata untuk menggalang populasi pemukim Israel.”

‘Ini adalah sebuah kontes’

Israel tampaknya berniat untuk meningkatkan situasi ketika Perdana Menteri Yair Lapid mengatakan pada Kamis (4/8), “Israel tidak akan menghindar dari menggunakan kekuatan untuk memulihkan kehidupan normal Gaza, dan kami tidak akan menghentikan kebijakan penangkapan operasi teroris di Israel” .

Nour Odeh, mantan juru bicara pemerintah Otoritas Palestina dan seorang analis politik, menyatakan bahwa serangan terbaru ini dapat bermotif politik.

“Gaza trauma. Mereka belum pulih. pasukan militer di Gaza berusaha keras untuk menjaga ketenangan dan memberi orang kesempatan untuk bernapas. Tidak ada yang mencari eskalasi, kecuali Lapid,” kata Odeh.

“Ini adalah kontes untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat. Lapid ingin membuktikan bahwa dia memiliki apa yang diperlukan, meskipun dia tidak memiliki latar belakang militer,” tambahnya.

‘Warga Gaza akan membayar’

Analis mengatakan bahwa terdapat pengaruh elektoral yang saling bersinggungan, yang akan memicu keputusan Israel untuk memulai apa yang mungkin bisa menjadi sebuah perang lain.

Sebagaimana yang terjadi pada setiap musim panas, koalisi pemerintahan saat ini di Israel bermaksud untuk terlihat agresif menjelang siklus pemilihan umum, menunjukkan Partai Likud yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu siap untuk kembali.

Serangan juga terjadi terhadap Amerika Serikat yang sedang melakukan pemanasan untuk pemilihan paruh waktu. Dengan beberapa kemenangan kecil untuk legislatif Demokrat, pemerintahan Biden akan lebih menolak untuk memberitahu Israel agar menghentikan serangannya, atau meminta pertanggungjawabannya atas kejahatan perang seperti pembunuhan gadis muda dan warga sipil lainnya pada agresi Jumat kemarin.

“Israel menggunakan warga Gaza sebagai pion pengorbanan dalam perjuangan mereka yang sedang berlangsung untuk mendapatkan kekuasaan dan bertindak dengan impunitas, karena mereka tahu tidak ada yang bisa atau akan meminta pertanggungjawaban mereka,” kata Tariq Kenney-Shawa, seorang peneliti dari Al-Shabaka: The Palestinian Policy Network, sebuah lembaga pemikir nirlaba independen yang berbasis di AS.

“Fakta bahwa tidak ada roket yang ditembakkan dari Gaza sebelum keputusan sepihak Israel untuk memulai pembantaian, terlepas dari pengetatan blokade dan pembunuhan para pemimpin Jihad Islam, adalah bukti kosong dari kepentingan keamanan Israel.

“Israel tampaknya bertekad untuk menyerang pasukan militer dengan keras, jadi pasukan militer di Gaza harus merespon seperti yang telah mereka tunjukkan. Ini akan meningkat lagi dan warga Gaza yang akan membayar.”

Gideon Levy, seorang komentator dan penulis Israel untuk surat kabar Israel Haaretz, mengatakan bahwa pengeboman Gaza telah menjadi cara bagi politisi Israel untuk ‘unjuk kekuatan’ sebelum memberikan suara.

“Saya sangat curiga itu ada hubungannya dengan pemilu. Setiap perdana menteri perlu membuktikan dirinya, terutama jika dia berasal dari kiri-tengah di Israel. Kami memiliki perdana menteri baru, dan dia ingin menunjukkan bahwa dia macho seperti semua mantan perdana menteri. Semua itu adalah alasan yang sangat buruk untuk kembali melakukan agresi di Gaza,” kata Levy.

Sumber :

https://www.aljazeera.com/news/2022/8/5/gazans-pawns-in-israeli-struggle-for-power-say-observers

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: PalestinaSeranganUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Reaksi Global Terhadap Agresi Israel ke Gaza

Next Post

Duka Menyelimuti Keluarga Allaa Qaddoum, Bocah 5 Tahun yang Terbunuh Rudal Israel

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
11
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
13
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Duka Menyelimuti Keluarga Allaa Qaddoum, Bocah 5 Tahun yang Terbunuh Rudal Israel

Duka Menyelimuti Keluarga Allaa Qaddoum, Bocah 5 Tahun yang Terbunuh Rudal Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630