Seorang anak tewas dan dua lainnya terluka oleh peluru tajam pasukan Israel pada Kamis malam (2/3), di Kota Azzun, sebelah timur Qalqilya. Kementerian Kesehatan mengumumkan kematian anak Muhammad Nidal Salim (15 tahun) yang punggungnya ditembak dengan peluru tajam. Dua korban lainnya mengalami luka-luka, salah satunya luka parah di bagian dada dan dalam kondisi stabil, dan satu lagi luka ringan di tangan.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Israel menembakkan peluru tajam ke tiga anak laki-laki di pintu masuk Kota Azzun. Salim, anak yang menjadi korban tewas peluru Israel adalah siswa kelas sepuluh di Sekolah Menengah Azzun untuk Anak Laki-Laki, dan merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.
Wafa melaporkan bahwa pasukan Israel menutup pintu masuk utama ke Kota Azzun dengan gerbang besi dan menghalangi pergerakan warga ke dan dari kota. Dengan kematian Salim, jumlah martir yang tewas sejak awal tahun ini oleh peluru pasukan dan pemukim Israel meningkat menjadi 68 orang. Di antara mereka adalah 4 orang yang ditembak oleh pemukim, 14 anak-anak, empat orang lanjut usia, dan seorang tawanan di pusat penahanan Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








