Seorang anak Palestina terbunuh akibat tembakan tentara Israel pada Selasa (22/10) malam selama penyerbuan di Kota Nablus, Tepi Barat utara.
Abdullah Jamal Hawash (11 tahun), meninggal karena luka kritis yang diderita akibat tembakan tentara Israel, kata pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.
Para saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa pasukan khusus Israel, yang menyamar dengan pakaian sipil, menyerbu Kota Tua Nablus.
“Pasukan khusus memasuki Kota Tua dan menangkap seorang pemuda, setelah itu tentara pendudukan mengirim bala bantuan militer untuk mendukung unit khusus tersebut,” tambah para saksi.
Kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan bahwa unit militer khusus menyerbu lingkungan Qaryoun di Kota Tua Nablus dan menembakkan gas air mata.
Selama beberapa tahun terakhir, militer Israel telah melakukan serangan rutin di Tepi Barat, yang meningkat dengan dimulainya agresi di Gaza pada 7 Oktober 2023. Warga Palestina juga telah diserang dengan kekerasan oleh pemukim ilegal Israel.
Setidaknya 760 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 6.250 lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel di wilayah yang diduduki, menurut kementerian kesehatan.
Agresi ini menyusul pendapat penting pada Juli lalu oleh Mahkamah Internasional yang menyatakan bahwa pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina adalah “ilegal” dan menuntut evakuasi semua permukiman yang ada di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








