Seorang anak Palestina pada Kamis (26/1) meninggal karena luka serius yang dideritanya selama agresi Israel di Jalur Gaza pada Agustus 2022. Sumber medis mengonfirmasi bahwa Nayef al-Oweidat, 13, meninggal karena luka yang dideritanya setelah pesawat tempur Israel mengebom lingkungan al-Hasayna, di Kamp Pengungsi al-Nuseirat, Gaza tengah.
“Anak-anak Palestina hidup dalam konteks hipermiliterisasi. Militer Israel menormalisasi serbuan malam dan dini hari ke komunitas Palestina untuk menangkap dan mengintimidasi warga sipil Palestina,” kata Ayed Abu Eqtaish, direktur program akuntabilitas di DCIP. “Pada tahun 2023, tidak ada jeda atas pelanggaran hukum yang dilakukan Israel dengan terus melakukan pembunuhan anak-anak Palestina selama serangan malam hari ke komunitas Palestina.”
Israel tercatat telah membunuh 53 anak Palestina sepanjang tahun 2022, menurut dokumentasi yang dikumpulkan oleh DCIP. Jumlah tersebut termasuk 36 anak Palestina yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel atau pemukim di Tepi Barat. DCIP juga mendokumentasikan pembunuhan 17 anak Palestina antara 5–7 Agustus setelah pasukan Israel melancarkan serangan militer di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








