Seorang gadis Palestina berusia delapan tahun meninggal karena dehidrasi dan kelaparan di utara Gaza, seperti yang dilaporkan Euro-Med Human Rights Monitor pada Sabtu (17/2). Tim organisasi terseburlt mengatakan bahwa Hanin Saleh Hassan Jumaa meninggal karena kekurangan kalsium parah akibat kelaparan.
“Saya (tidak bisa) melupakan malam kematian putri saya Hanin ketika dia meminta makanan kepada saya, dan saya mengatakan kepadanya, ‘Tidur, saya akan membawakan makanan untukmu besok pagi,” kata ayahnya.
Dia mengatakan bahwa keesokan paginya, dia mulai mengerang. “Saat saya duduk di sampingnya, saya menemukannya seolah-olah dia sedang bersiap untuk mati”.
“Saya membawanya ke rumah sakit dengan keledai karena ketiadaan mobil, namun dokter memberitahu saya bahwa putri saya meninggal karena dehidrasi dan kekurangan makanan.”
Kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan tentang meningkatnya risiko kelaparan terutama di kalangan anak-anak dan orang tua. Laporan tersebut mengutip kematian bayi Jamal Mahmoud Jamal Al-Kafarna pada tanggal 18 Januari, yang meninggal karena kelaparan di pelukan ibunya.
Euro-Med Monitor juga melaporkan kematian Baraa al-Haddad (1 tahun) karena kelaparan dan dehidrasi pada tanggal 30 Desember, serta kematian Jana Deeb Qudeih (14 tahun), yang menderita kelumpuhan otak, pada tanggal 8 Desember.
Sejauh ini lebih dari 29.092 warga Palestina telah terbunuh dan 69.028 lainnya terluka sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan Gaza pada Senin (20/2).
Israel telah melakukan sembilan pembantaian terhadap keluarga-keluarga di Gaza dalam 24 jam terakhir, menyebabkan 107 orang terbunuh. Pasukan Israel juga telah mencegah ambulans menjangkau korban luka.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








