Muhammad Shehada, Kepala Komunikasi di Euro-Med Human Rights Monitor, mengatakan bahwa seorang anak Palestina lainnya meninggal karena kelaparan di Beit Hanoun, bagian utara wilayah Gaza.
Shehada mengatakan ini adalah kematian kedua dalam 24 jam terakhir, mengingat bantuan kemanusiaan belum mencapai Gaza utara dalam sebulan. Menurut UNRWA, badan-badan kemanusiaan mengatakan bahwa Israel menunda masuknya bantuan.
Israel menyangkal hal ini, namun delegasi kongres AS baru-baru ini meminta Israel untuk meningkatkan aliran bantuan ke Gaza setelah kembali dari perjalanan ke Mesir, Israel, dan Yordania.
Selain itu, seorang anak Palestina yang berusia dua tahun bernama Khaled meninggal setelah makan roti yang terbuat dari pakan ternak di Jalur Gaza utara.
“Anak-anak yang lebih besar memuntahkan apa yang mereka makan dan sembuh”, kata nenek Khaled, Ibtisam Al-Kahlout. “Sedangkan anak-anak yang lebih kecil, kondisinya memburuk setelah mereka makan roti tersebut,” ujarnya.
“Para dokter mengatakan dia teracuni oleh roti, pakan ternak, dan jelai yang kami makan.”
Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, telah meminta badan-badan internasional untuk segera menyediakan makanan dan air minum di seluruh Gaza demi mencegah bencana kemanusiaan yang sangat besar. “Kelaparan yang meningkat ini dapat membunuh ribuan warga akibat kekurangan gizi dan dehidrasi dalam beberapa hari mendatang di depan mata dunia,” ujarnya.
Sejauh ini setidaknya 29.878 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh dan 70.215 lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net
https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








