Murabithah asal Al-Quds (Yerusalem), Aida Sidawi, memperingatkan bahaya kelanjutan dari “banjir serangan” pemukim di dalam halaman Masjid Al-Aqsa selama periode hari libur Yahudi.
“Para pemukim adalah perusak bumi. Mereka hampir setiap hari menyerbu masjid dalam jumlah besar. Mereka merencanakan praktik-praktik ini untuk tujuan mereka sendiri di masa depan dan ingin menciptakan wilayah bagi diri mereka sendiri untuk membangun dan beribadah di kuil yang mereka yakini.” Katanya.
Dia menekankan bahwa orang-orang Al-Quds (Yerusalem) adalah garis pertahanan pertama untuk Masjid Al-Aqsa. Ia juga menyerukan agar semua orang di wilayah Palestina dan di Al-Quds (Yerusalem) untuk melakukan perjalanan ke Al-Aqsa. “Mempertahankan Al-Aqsa adalah kewajiban setiap Muslim. Setiap orang yang bisa masuk dan berada di Al-Aqsa harus berjaga dan tidak boleh pergi, terutama karena tentara pendudukan saat ini memperketat prosedurnya di pintu masuk ke Al-Quds (Yerusalem) dan Kota Tua.”
Sidawi mengimbau umat Islam untuk mempertahankan Al-Aqsa, dengan mengatakan: “Al-Aqsa adalah keyakinan, tidak hanya untuk orang-orang Al-Quds (Yerusalem), tetapi untuk seluruh bangsa kita. Al-Aqsa adalah tanggung jawab semua orang, dan para pembuat keputusan tidak boleh mengecewakan kami. Kami akan mempertahankan Al-Aqsa dengan segenap kemampuan.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








