Dua pengunjuk rasa dari kelompok Youth Demand menargetkan lukisan karya Pablo Picasso di Galeri Nasional sebagai bagian dari aksi protes yang menyerukan embargo senjata dua arah terhadap Israel (9/10), sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency. Mereka menempelkan foto seorang ibu Gaza dan anaknya di atas lukisan Picasso tahun 1901, Motherhood, sebelum menuangkan cat merah di lantai galeri untuk melambangkan pertumpahan darah di Gaza.
Kedua demonstran tersebut diidentifikasi sebagai Jai Halai, seorang pekerja NHS berusia 23 tahun, dan Monday-Malachi Rosenfeld, mahasiswa politik berusia 21 tahun. Mereka memasuki Ruang 43 di Galeri Nasional sebelum tengah hari dan menempelkan foto tersebut di atas penutup kaca pelindung lukisan. Gambar itu menampilkan seorang ibu yang terluka dan berdarah sedang menggendong anaknya yang terluka akibat serangan udara Israel di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, pada 2023.
Jai Halai menyatakan bahwa ia mengambil tindakan bersama Youth Demand karena selama setahun terakhir, ia menyaksikan rekan-rekannya di bidang kesehatan terbunuh oleh bom dan peluru. Ia menyerukan embargo senjata terhadap Israel, dengan dukungan 87% publik Inggris, meskipun pemerintah tetap mempersenjatai Israel. Sementara itu, Rosenfeld, seorang mahasiswa Yahudi di Universitas Greenwich, merasa berkewajiban untuk berbicara menentang apa yang ia sebut sebagai genosida di Gaza, menekankan bahwa tindakan tersebut tidak mewakili Yahudi.
Seorang juru bicara Youth Demand menyatakan bahwa pemerintah Inggris terlibat dalam mempersenjatai Israel yang melakukan genosida terhadap warga Palestina dan terlibat dalam pembunuhan di Lebanon. Mereka berjanji untuk terus melawan hingga keadilan ditegakkan.
Serangan Israel di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata, telah menyebabkan lebih dari 42.000 orang terbunuh, mayoritas wanita dan anak-anak, serta lebih dari 97.700 lainnya terluka. Blokade yang terus berlanjut menyebabkan krisis kemanusiaan dengan kurangnya ketersediaan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Tindakan Israel saat ini sedang diselidiki di Mahkamah Internasional dengan tuduhan genosida di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








