Petani Palestina, Samer Karaja dan rekan-rekannya, memutuskan membangun sumur karena itu satu-satunya cara untuk mendapatkan air untuk pertanian mereka. Tembok apartheid Israel menjulang di dekat lahannya, memutus akses air dan listrik di daerah mereka. Meskipun bekerja keras, mereka tidak bisa mengaksesnya. Mereka tidak diperbolehkan membawa peralatan yang layak karena tentara Israel tidak mengizinkan alat berat berada di dekat tembok. Mereka juga tidak dapat membangun gudang untuk menyimpan air yang mereka bawa dari luar lokasi—dan bahkan jika mereka bisa, membeli air sebanyak itu sangatlah mahal.
Terlepas dari kondisi itu, Karaja dan tiga pemuda Palestina lainnya yang memulai pertanian Ard Alyaas memilih untuk menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air. Dalam beberapa tahun pertama beroperasi mereka harus beradaptasi dengan cepat. Berada di Saffa, yang berada di Area C Tepi Barat, berarti mereka menghadapi pembatasan ekstra seputar pergerakan, pembangunan, dan penggunaan tanah.
Sekitar dua pertiga lahan subur di Tepi Barat terletak di Area C, yang berarti sebagian besar sektor pertanian di kawasan itu diambil alih oleh permukiman ilegal atau tunduk pada pembatasan ketat. Sebaliknya, pertanian Israel, baik di permukiman maupun di seberang Palestina, mendapat manfaat dari subsidi besar-besaran, pengalihan sumber daya, penekanan pada teknologi mahal yang kadang-kadang didanai oleh hibah Barat, tenaga kerja yang eksploitatif, dan kebebasan penuh akses ke pasar domestik dan internasional.
Bahkan dalam menghadapi eksploitasi sistemik dan kekurangan sumber daya, kata Karaja, dia dan rekan-rekannya terus mendapat dukungan dari masyarakat, yang memberi mereka motivasi untuk terus bertahan. Adanya masalah dalam hal pengairan membuat para petani memutuskan untuk fokus pada gandum, kacang polong, dan buncis, karena semua tanaman itu dapat bertahan hidup hanya berdasarkan curah hujan.
Sekitar 60 mil barat daya Saffa dan lima mil dari Gaza, sebuah peternakan Israel memperlihatkan situasi yang sama sekali berbeda: mereka berkembang secara finansial, menggunakan teknologi mahal untuk mencapai hal-hal yang luar biasa. Mereka memberi tahu para pengunjung bahwa mereka telah mencapai hal yang mustahil sebelumnuya; menanam tanaman di gurun Naqab. Pertanian Salad Trail, dijalankan oleh ahli agronomi Uri Alon, menarik banyak turis, acara TV Israel, dan jurnalis asing untuk memamerkan praktik inovatifnya.
Pariwisata, yang merupakan salah satu tujuan utama Salad Trail, merupakan sektor utama perekonomian Israel. Menurut Statista, 4,5 juta orang melakukan perjalanan ke wilayah tersebut pada tahun 2019, sementara sekitar 6% dari semua pekerjaan di negara tersebut terkait dengan pariwisata. Sementara itu, lima mil jauhnya dari Salad Trail, penduduk Gaza terancam di bawah ambang kelaparan ekstrem akibat tidak bisa bertahan hidup dengan kondisi pertanian mereka.
Di Gaza, para petani yang diblokade harus menghasilkan panen yang cukup untuk hampir 2 juta orang yang tinggal di sana, terlepas dari berbagai situasi. Mulai dari herbisida yang disemprotkan oleh pasukan Israel hingga aturan ekspor yang ketat, petani Gaza bekerja dalam keadaan paling ekstrem. Akibatnya, menurut laporan PBB tahun 2017, petani Palestina di Gaza tidak dapat mengakses sekitar 35% lahan pertanian karena pemberlakuan zona penyangga yang diberlakukan oleh Israel. laporan UNCTAD memperkirakan bahwa sektor pertanian di Gaza telah kehilangan sekitar 46% nilainya sejak tahun 2000, dan sekitar 68% penduduk di Gaza mengalami kerawanan pangan.
Karaja dan rekan-rekannya sesama petani Palestina selalu memperhitungkan dampak pendudukan dan apartheid terhadap pekerjaan mereka, kemudian membuat penyesuaian dengan petani setempat. “Kami memiliki hubungan yang berbeda dengan tanah,” kata Karaja, “dan kami percaya bahwa tanah kami selalu dapat menyediakan kebutuhan jika kami menghidupkannya kembali. Adalah tanggung jawab kami untuk menghidupkan kembali tanah kami dan melindungi hubungan kami dengannya.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








