Dua gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6 Senin (6/2) lalu mempengaruhi puluhan ribu orang di provinsi tenggara Turki dan Suriah. Total korban tewas di dua negara telah melampaui 34.000, menjadikannya gempa paling mematikan abad ini di wilayah tersebut.
Video petugas penyelamat mengeluarkan bayi, balita, dan anak-anak dari bagian terdalam puing beton menjadi viral di media sosial. Orang-orang dari seluruh dunia menggambarkan kisah bertahan hidup tersebut bagaikan sebuah “keajaiban”. Berikut adalah beberapa penyelamatan ajaib anak-anak yang mengejutkan netizen beberapa hari terakhir.
- Hamza, bayi berusia tujuh bulan, diselamatkan di provinsi Hatay, salah satu daerah yang paling terkena dampak di Türkiye. Dia terjebak di bawah reruntuhan selama lebih dari 140 jam sejak gempa pertama melanda negara itu.
- Aliye Dagli, seorang bayi perempuan berusia dua tahun, juga ditarik hidup-hidup dari puing-puing di Hatay berkat upaya tim SAR dan relawan AFAD hampir 133 jam setelah gempa bumi dahsyat. Ia dibawa ke ambulans dalam pelukan staf medis dan menerima perawatan.
- Seorang bayi diperkirakan berusia sekitar dua bulan ditemukan hidup 128 jam setelah gempa di Hatay. Selama hampir lima hari, bayi tersebut bertahan tanpa cedera membuat orang menangis dan menghangatkan banyak hati. Upaya identifikasi bayi terus dilakukan karena orang tua bayi masih belum ditemukan.
- Yusuf Huseyin yang berusia 15 bulan dibawa keluar setelah jam ke-105 gempa. Sekitar 20 menit kemudian, saudara laki-lakinya yang berusia 7 tahun, Mohammed Huseyin, ditarik keluar dari tumpukan beton yang dulunya merupakan bangunan tiga lantai di Hatay.
- Yagız Ulas mungkin adalah korban gempa termuda yang baru berusia 10 hari, yang dibebaskan dari reruntuhan di Hatay bersama ibunya. Penyelamatan ini menghabiskan 101 jam di reruntuhan, menantang dinginnya musim dingin yang membekukan.
- Di Kahramanmaras, pusat gempa dahsyat, Raha yang berusia satu tahun dan ibunya Ela Hamoko asal Suriah diselamatkan setelah terjebak di reruntuhan selama 81 jam.
- Hazal Guner yang berusia lima tahun diselamatkan di Hatay setelah terjebak di reruntuhan selama 72 jam. Ketika ditanya apakah dia ingin minum air saat ditarik keluar dari reruntuhan, dia menjawab, “Belum, saya belum diperiksa”. Dia dibawa bersama ibunya ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.
Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial Turki menyatakan bahwa mereka menyediakan tempat penampungan yang dikelola negara untuk mengasuh semua anak tanpa pendamping. Mereka telah menempatkan semua anak tersebut di rumah asuh dengan lingkungan yang stabil dan aman bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang. Sejauh ini 263 anak telah diselamatkan dari reruntuhan bangunan, menurut Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial. Di antara mereka, 162 anak menerima perawatan medis di berbagai rumah sakit dan 101 dikirim ke tempat penampungan yang dikelola kementerian.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








