Afrika Selatan telah menyatakan keprihatinan atas penjajahan Israel yang terus berlangsung atas tanah Palestina. Mereka menyerukan PBB untuk mengklasifikasikan Israel sebagai Negara Apartheid.
Berbicara pada pertemuan kedua Kepala Misi Palestina di ibukota Pemerintahan Afrika Selatan, Pretoria, pada hari Selasa (26/7), Menteri Hubungan Internasional dan kerjasama, Naledi Pandor, mengatakan bahwa “narasi Palestina membangkitkan pengalaman sejarah yang dialami Afrika Selatan dalam hal pemisahan ras dan penindasan”
Ia menegaskan bahwa perjuangan orang Afrika Selatan dalam melawan rasisme bangsanya membuat mereka dapat memahami penderitaan rakyat Palestina: “Kami mengalami secara langsung efek dari ketidaksetaraan rasial, diskriminasi, dan penolakan. Kami tidak dapat berdiam diri sementara generasi lain orang Palestina tertinggal.”
Menteri tersebut meminta masyarakat internasional untuk mengklasifikasikan Israel sebagai Negara Apartheid, dengan mengatakan bahwa Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) harus membentuk sebuah komite untuk secara resmi memverifikasi apakah Tel Aviv memenuhi persyaratan untuk klasifikasi semacam itu.
Dia lebih lanjut menegaskan bahwa posisi pemerintah Afrika Selatan pasca-apartheid di Palestina “selalu jelas, konsisten dan konvergen dengan komunitas internasional.”
Berbicara kepada South African Broadcasting Corporation (SABC) setelah sesi tersebut, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki memuji seruan Pandor. Ia menegaskan: “Jika ada negara yang dapat memahami penderitaan dan perjuangan untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina, itu adalah benua Afrika dan orang-orang Afrika.”
Selama 27 tahun terakhir, hubungan antara Palestina dan Afrika Selatan telah berkembang dan tetap kuat. Pretoria sering memberikan dukungan untuk perjuangan Palestina dan mengutuk pelanggaran Israel di panggung dunia. Bulan lalu, Afrika Selatan mendesak masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kondisi tidak manusiawi yang warga Palestina alami. Tahun lalu negara itu juga mengutuk pemberian status pengamat oleh Uni Afrika (AU) kepada Tel Aviv, sebuah langkah yang kemudian dibatalkan di tahun ini.
Sumber:
https://www.#/20220727-south-africa-calls-for-israel-to-be-classified-an-apartheid-state/
https://www.middleeasteye.net/news/south-africa-israel-apartheid-should-be-labelled
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







