7amleh yang berbasis di Haifa, Pusat Arab untuk Kemajuan Media Sosial, mengatakan bahwa pada Kamis (2/2) mereka telah mendokumentasikan 1119 pelanggaran hak digital yang dilakukan oleh perusahaan media sosial, berbagai otoritas, dan pihak lain, sepanjang 2022. Dalam laporan tahunannya, “Hashtag Palestine”, dikatakan bahwa perusahaan Meta tetap menjadi perusahaan yang paling membatasi raksasa media sosial dalam hal moderasi ruang digital Palestina. 7amleh juga mengatakan telah memulihkan sekitar 30% dari konten yang dihapus dari berbagai platform.
Laporan 7amleh menyoroti pelanggaran hak digital Palestina yang dialami warga Palestina dan pendukungnya di ruang digital oleh berbagai pemerintah dan perusahaan teknologi besar, mendiagnosis keadaan kebebasan digital, dan menguraikan pola paling menonjol dari pelanggaran hak digital dan tren mereka selama tahun 2022. 7amleh mengumpulkan dan mendokumentasikan informasi tentang pelanggaran sepanjang tahun dalam Observatorium untuk Dokumentasi Pelanggaran Hak Digital Palestina (7or) dan memantau materi media lokal, regional, dan internasional, selain bekerja sama dengan mitra dalam menganalisis dan memantau pelanggaran digital.
Laporan tersebut menunjukkan refleksi yang jelas dari peristiwa politik, sosial, dan ekonomi yang dialami warga Palestina sepanjang tahun, yang berdampak pada ruang digital dan pada hak dan kebebasan digital negara Palestina. Laporan tersebut menyoroti pelanggaran paling menonjol terkait hak digital di tingkat otoritas, di satu sisi, dan perusahaan teknologi di sisi lain, terutama terkait dengan hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi, hak atas privasi, dan hak untuk berkumpul dan berorganisasi.
Otoritas Israel bekerja untuk meloloskan RUU “Hukum Facebook” di parlemen Israel, Knesset, yang merupakan ancaman tambahan terhadap hak Palestina di ruang digital. Dalam konteks ini, otoritas Israel telah menangkap 410 warga Palestina selama setahun terakhir karena konten media sosial mereka.
Laporan tersebut menunjukkan pelanggaran terus-menerus oleh otoritas Israel terhadap hak privasi warga Palestina dan perlindungan data pribadi tanpa pemeriksaan atau pencegahan. Selain itu, laporan juga menunjukkan peningkatan penyebaran teknik pengawasan dan spionase di seluruh dunia, dengan penggunaan perangkat lunak “Pegasus” Israel untuk menekan aktivis oposisi dan pers di berbagai negara di seluruh dunia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








