• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Nuzulul Qur’an Dua Fase Turunnya Al-Qur`an Bagi yang Mencari Keteguhan Jiwa

by Adara Relief International
Februari 18, 2026
in Artikel, Syariah
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Anak-anak di Gaza menghafal Al-Qur’an di pengungsian.

Anak-anak di Gaza menghafal Al-Qur’an di pengungsian.

74
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

 

Dulu, orang-orang kafir pernah mempertanyakan, “Mengapa tidak Allah turunkan Al-Qur`an dalam jumlatan wahidatan atau secara sekaligus?” dengan nada penghinaan dan pengerdilan terhadap Al-Qur`an. Pertanyaan ini tentu saja timbul karena dorongan hawa nafsu semata. Padahal Al-Qur`an memang turun dalam dua tahapan; tahap pertama Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus dari Lauh Mahfuz ke langit dunia dan tahap berikutnya adalah turun kepada Rasulullah ﷺ secara berangsur-angsur selama 23 tahun.

Pertanyaan mereka Allah abadikan dalam firman-Nya;
وَقَالَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَیۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةࣰ وَ ٰ⁠حِدَةࣰۚ كَذَ ٰ⁠لِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ وَرَتَّلۡنَـٰهُ تَرۡتِیلࣰا﴾ [الفرقان ٣٢])

“Dan orang-orang kafir berkata: ‘Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?’

Demikianlah (Kami menurunkannya secara berangsur-angsur) agar Kami meneguhkan hatimu dengannya, dan Kami membacakannya secara tartil (bertahap dan teratur).” (Q.S: Al-Furqan: 32)

Akan tetapi, dalam ayat ini pula Allah langsung menjawab segala hinaan kaum kafir dengan menjawab: كَذَ ٰ⁠لِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ yang maknanya adalah, “agar Kami meneguhkan hatimu dengannya”. Dengan kata lain, Allah meneguhkan hati Rasulullah ﷺ dan orang-orang yang beriman dengan Al-Qur’an.

Ketika Al-Qur`an tidak turun sekaligus, orang-orang akan lebih memperhatikan huruf per hurufnya agar tidak kehilangan hafalan dan tetap bisa menjaganya. Hasilnya tentu akan berbeda jika Al-Qur`an turun kepada umat ini dalam satu bentuk utuh; manusia lalai dalam menjaganya.

Al-Qur`an yang turun secara berkala mengundang rasa rindu pada jiwa manusia-manusia yang beriman, memantik tekad untuk menggenggam kuat ayat-ayat yang lebih dahulu turun agar tidak lupa, dan siap menerima ayat-ayat Al-Qur`an yang berikutnya. Ketika Al-Qur`an turun tahap demi tahap itulah manusia menjadi tidak terbebani, lebih mudah untuk dibaca, dihafal, dihayati, diamalkan, dan diajarkan.

Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang memerintahkan Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Rasulullah ﷺ secara bertahap. Kehadiran Jibril di hadapan Rasulullah ﷺ laksana obat bagi jiwa dan jasad yang terzalimi akibat pendustaan dan penolakan dari kaum kafir. Selain itu, Al-Qur’an menjadi jawaban dari segala tanya ataupun permasalahan yang ketika itu hadir di tengah Rasulullah ﷺ dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Dengan demikian, mentadabburi Nuzulul Qur`an atau proses turunnya Al-Qur`an adalah sebuah keniscayaan yang dibutuhkan umat pada hari ini untuk menguatkan iman dan meresapi perjalanan hidup Rasulullah ﷺ pada masa-masa turunnya Al-Qur`an. 


Makna Nuzulul Qur’an

Anak-anak di kamp pengungsi di Kota Rafah, mempelajari dan menghafal Al-Qur'an. (Foto: Instagram @rabie_noqaira)
Anak-anak di kamp pengungsi di Kota Rafah, mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
(Foto: Instagram @rabie_noqaira)

 

Pada bulan suci Ramadan, Al-Qur’an diturunkan sebagai rahmat, pembeda antara yang benar dan yang salah, serta penuntun perjalanan hidup. Karena itulah, setiap kali Ramadan tiba, umat Islam tidak hanya memperbanyak amal, tetapi juga kembali mendekat kepada Al-Qur’an—membacanya, merenungkannya, dan berusaha menghidupkan pesannya dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa turunnya Al-Qur’an inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan Nuzulul Qur’an.

Nuzulul Qur`an berasal dari bahasa Arab نُزُول, dari kata نَزَلَ – يَنْزِلُ  yang berarti “turun”. Akar kata inilah yang Allah gunakan dalam bahasa Al-Qur`an ketika berbicara tentang turunnya Al-Quran. Misalnya di dalam Al-Qur`an Allah berfirman: 

(شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ)

Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan.
(Q.S: Al-Baqarah: 185)

Dalam ayat tersebut Allah menggunakan kata أُنْزِلُ yang merupakan bentuk pasif dari kata أَنْزَلَ – يُنْزِلُ – إنْزالاً yang artinya menurunkan. 

Kata أَنزَلَ – يُنْزِلُ  menurut Ar-Razi menunjukkan turunnya Al-Quran sekaligus dari Lauḥ Maḥfūẓ ke langit dunia. Adapun penggunaan kata selain أَنزَلَ – يُنْزِلُ di dalam Al-Quran untuk menunjukan proses turunnya Al-Qur`an dapat dilihat dalam ayat berikut:

Baca Juga

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

(وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا)

Dan Al-Qur’an itu Kami turunkan secara berangsur-angsur, agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia dengan perlahan, dan Kami menurunkannya bertahap demi tahap. (Q.S: Al-Isra: 106)

Di ayat tersebut Allah tidak menggunakan kata ًأَنْزَلَ – يُنْزِلُ – إنزالا  (menurunkan Al-Qur`an sekaligus) melainkan menggunakan kata نَزَّلَ – يُنَزِّلُ – تَنْزيلاً yang maknanya menekankan adanya proses turunnya Al-Qur`an secara bertahap selama 23 tahun dari langit dunia dengan perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah ﷺ.

Dalam ayat lain, Allah berfirman menggunakan kata تَنْزيل,

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Diturunkan dari Rabb semesta alam. (Q.S: Al-Waqi’ah: 80) 

Allah menggunakan kata تَنْزيل yang berasal dari kata نَزَّلَ – يُنَزِّلُ. Kata tersebut mengandung makna serupa, yaitu turun secara bertahap. Dalam ayat ini, kesan Al-Qur`an sebagai kalamullah yang agung menjadi begitu kuat, karena disandingkan langsung dengan nama Allah; Rabb al-’alamin. 

Dzat yang Maha Menyayangi, Maha Mendidik, dan Maha Memelihara hamba-hamba-Nya dengan berbagai nikmat jasmani dan rohani, menurunkan Al-Qur`an sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Allah merahmati hamba-Nya dengan diturunkannya Al-Qur`an sebagai petunjuk kehidupan–yang meskipun manusia sendiri tidak mampu mensyukurinya secara sempurna, tapi nikmat-Nya untuk manusia tidak pernah putus. 

Nama Lain Al-Qur’an

Seorang anak perempuan duduk sambil mengaji Al-Qur’an di kompleks Masjid al-Aqsa. (Foto: Reuters)
Seorang anak perempuan duduk sambil mengaji Al-Qur’an di kompleks Masjid al-Aqsa.
(Foto: Reuters)

Al-Qur’an memiliki beberapa nama yang disebutkan di dalam ayat-ayatnya, seperti Al-Kitab, Al-Furqan (pembeda), Adz-Dzikr (pengingat), At-Tanzil (wahyu yang Allah turunkan secara bertahap), Asy-Syifa (obat) dan beberapa nama lainnya. Setiap nama tersebut mengandung sisi-sisi keagungan Al-Qur’an dan perannya dalam kehidupan manusia.

Dalam kajian Ulumul Qur’an, para ulama berbeda pendapat tentang jumlah nama Al-Qur’an. Fahd bin Abdurrahman ar-Rumi dalam Dirasat fi Ulum al-Qur’an al-Karim menyebutkan adanya 93 nama yang dihimpun dari ayat-ayat Al-Qur’an. Sementara itu, ada pula yang menghitung hingga 99 nama, dan ada pula yang membatasinya hanya pada 46 nama karena memandang sebagian lainnya sebagai sifat, bukan nama khusus.

Para ulama menjelaskan bahwa dua nama yang paling masyhur dan paling kuat penggunaannya adalah Al-Qur’an dan Al-Kitab. Keduanya berulang kali disebut dalam banyak ayat, sehingga menjadi penamaan yang paling jelas dan kokoh secara dalil.

Pada akhirnya, banyaknya penyebutan itu justru menunjukkan betapa luas makna Al-Qur’an. Ia bukan hanya bacaan yang dilantunkan, tetapi petunjuk yang membimbing, cahaya yang menerangi, pengingat yang menyadarkan, penyembuh yang menenangkan, dan pembeda antara yang benar dan yang batil.

Pada bulan Nuzulul Qur`an ini mari bersama-sama melengkapi syukur dan penghambaan kita dengan banyak berinteraksi dengan Al-Qur`an. Al-Qur`an turun secara inzaalan, berarti wahyu diturunkan sekaligus sebagai petunjuk yang telah sempurna dalam ilmu Allah; utuh, terjaga, dan tidak bergantung pada dinamika zaman. Ia juga diturunkan secara tanziilan, atau dihadirkan ke dalam kehidupan manusia secara bertahap, untuk menguatkan hati, menuntun langkah, dan menyapa realitas demi realitas. Dari sini tampak bahwa kesempurnaan petunjuk tidak menuntut ketergesaan manusia, sebab yang membutuhkan proses bukanlah kebenarannya, melainkan kita yang mencondongkan hati kita pada perbaikan, kebaikan, kebenaran, dan amal-amal salih.

Allahu ‘alam bishshawab.

Isma Muhsonah, S. Ag., M. Pd
Dosen STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta
Pengajar Al-Qur`an di Syifaur Rahman Islamic Club.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Next Post

Manisnya Iman, Hangatnya Kepedulian: Kabar Siswa ahlul Qur’an di Pengungsian Palestina Awal 2026

Adara Relief International

Related Posts

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4):  Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah
Artikel

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

by Adara Relief International
April 18, 2026
0
19

Wahai Al-Quds … Wahai Kotaku Wahai Al-Quds … Wahai Cintaku Esok hari, akan mekar tanaman-tanaman lemon Bulir-bulir padi yang menghijau...

Read moreDetails
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
76
Situs Nabi Yaqin di dekat Al-Khalil (Hebron), tempat peninggalan Dinasti Ikhshidiyah (MDPI)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

April 6, 2026
95
Istana Hisham, salah satu kastil peninggalan Kekhalifahan Umayyah (MEE)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 2): Kemajuan Pembangunan pada Masa Kekhalifahan Umayyah

April 2, 2026
61
Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

Maret 18, 2026
514
Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Maret 11, 2026
272
Next Post
Manisnya Iman, Hangatnya Kepedulian: Kabar Siswa ahlul Qur’an di Pengungsian Palestina Awal 2026

Manisnya Iman, Hangatnya Kepedulian: Kabar Siswa ahlul Qur’an di Pengungsian Palestina Awal 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630