JAKARTA-Kamis, 11 Desember 2025, tim Adara bertolak dari Istanbul menuju Hatay, Turki Selatan, untuk menyalurkan bantuan musim dingin bagi pengungsi Palestina yang berada di wilayah tersebut.
Tim yang berjumlah tiga orang ini dipimpin oleh Rufaidah Ulfaturrohmah selaku Direktur Keuangan dan Operasional, serta melibatkan salah satu komunitas Adara. Meski harus melewati cuaca buruk khas musim dingin, tim akhirnya berhasil tiba di Hatay dengan selamat.

Keesokan harinya, Jumat, 12 Desember 2025, tim menyambangi pengungsian Palestina di wilayah Reyhanli, sebuah kota yang terletak di perbatasan Turki dan Suriah. Di sana, tim mendistribusikan bantuan musim dingin berupa pakaian hangat, makanan siap saji, matras, dan selimut kepada 1.720 orang penerima manfaat.
Reyhanli merupakan salah satu distrik dengan jumlah pengungsi Suriah (termasuk pengungsi Palestina) terbanyak. Letaknya yang dekat dengan gerbang perbatasan Cilvegözü, biaya hidup yang relatif lebih rendah, serta adanya hubungan perdagangan dan kekerabatan historis menjadikan wilayah ini tujuan utama para pengungsi.
Sekitar 18.000 pengungsi Palestina melarikan diri ke Turki setelah pecahnya perang di Suriah. Sebagian besar dari mereka merupakan korban Nakba 1948 yang sebelumnya tinggal di Kamp Yarmouk, Damaskus. Pada tahun 2023, tercatat 18.113 warga Palestina terdaftar sebagai imigran tidak berdokumen (irregular migrant), meningkat dari 6.628 orang pada tahun 2022.

Di kamp pengungsian ini, tingkat pengangguran sangat tinggi, mencapai lebih dari 60 persen. Kondisi tersebut memaksa banyak pengungsi bekerja di sektor informal dengan upah rendah dan rentan terhadap eksploitasi. Tak sedikit dari mereka yang sepenuhnya bergantung pada bantuan organisasi kemanusiaan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Adara berinisiatif menyalurkan bantuan kepada para pengungsi Palestina di Reyhanli. Sebanyak 70 anak yatim menerima bantuan pakaian musim dingin yang dibeli langsung di toko pakaian setempat. Selain itu, tim juga membagikan bantuan uang tunai kepada para ibu agar dapat digunakan sesuai kebutuhan keluarga masing-masing.

Adara juga menyalurkan bantuan berupa matras dan selimut kepada 315 keluarga atau sekitar 1.575 orang (dengan rata-rata lima anggota keluarga per rumah tangga). Pada malam harinya, tim Adara turut menghadiri jamuan makan malam bersama 70 anak yatim Palestina di lokasi pengungsian.



Meski kunjungan tim Adara ke kamp pengungsian Palestina ini berlangsung singkat, kehadiran mereka sangat dinantikan oleh para pengungsi. Besar harapan tim, bantuan yang disalurkan dapat menghadirkan kebahagiaan dan menguatkan hati para pengungsi Palestina—bahwa mereka tidak sendirian, dan masih banyak saudara yang peduli terhadap kondisi mereka.
Terima kasih, Sahabat Adara, yang telah membersamai berbagai perjalanan kemanusiaan Adara, khususnya dalam meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina dan di pengungsian.








