Selama pencarian jasad polisi Israel, Ran Gvili, Israel membongkar sekitar 250 pemakaman Gaza dalam waktu singkat menggunakan mesin militer berat dan buldoser. Operasi tersebut menyebabkan penggalian kembali makam-makam lama dan baru, penghancuran banyak batu nisan, dan perubahan signifikan pada lanskap makam, menurut citra udara lokasi tersebut.
Militer Israel telah mengebom, meratakan, dan menodai makam-makam Palestina di Gaza berkali-kali selama bertahun-tahun. Tindakan ini menuai kecaman dari organisasi hak asasi manusia sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.
Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med mendokumentasikan bahwa tentara Israel telah menghancurkan atau merusak sekitar 21 dari 60 makam di Gaza. Israel menggali kembali liang jenazah, mencampurnya, atau menyebabkan hilangnya jenazah. Akibatnya, ribuan keluarga Palestina terjebak dalam ketidakpastian yang menghancurkan tentang nasib jenazah kerabat mereka.
Pemakaman Gaza yang Rusak Akibat Serangan Israel
Beberapa makam yang rusak akibat tindakan Israel, di antaranya:
- Pemakaman Beit Hanoun di Gaza utara
- Pemakaman Al-Faluja di Jabalia, Gaza utara
- Pemakaman Ali Ibn Marwan, Kota Gaza
- Pemakaman Sheikh Radwan, Kota Gaza
- Pemakaman Al Shuhadaa Timur, Kota Gaza
- Pemakaman Tunisia, Kota Gaza
- Pemakaman Gereja Santo Porphyrius, Kota Gaza
- Pemakaman Khan Younis di lingkungan Austria.
Pemakaman Perang Gaza di Tuffah adalah tempat peristirahatan terakhir para prajurit Inggris Raya dan negara Persemakmuran yang gugur selama Perang Dunia I dan II. Situs ini mengalami kerusakan signifikan akibat bombardir Israel, meski belum sepenuhnya hancur. Kerusakan juga terjadi di Pemakaman Perang Deir el-Balah.
Awal bulan ini, Euro-Med mendesak intervensi internasional “untuk menghentikan kejahatan penghancuran dan perataan lahan yang meluas oleh tentara Israel di Rafah, selatan Jalur Gaza.” Desakan ini harus dilakukan hingga tim khusus dan peralatan berat mendapat izin masuk untuk mengangkat jenazah, mengidentifikasi mereka, dan memastikan penguburan secara layak.
Sementara itu, Hamas mengutuk penggalian ratusan kuburan dan menggambarkan tindakan tersebut sebagai “tidak etis dan ilegal, sekaligus mencerminkan kegagalan sistem internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern”.
Sumber: Al Jazeera








