Pemerintah Kota Gaza telah memperingatkan tentang meningkatnya krisis air di Kota Gaza. Mereka mengatakan bahwa kekurangan air semakin memburuk di tengah penurunan tajam pasokan air setelah pipa utama mengalami kerusakan.
Pada Rabu (28/01), pemerintah kota mengatakan bahwa pipa air dari perusahaan air Israel, Mekorot, terganggu akibat operasi perataan tanah oleh pasukan pendudukan Israel di sebelah timur kota. Akibatnya, jalur pasokan air yang sebelumnya memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan air Kota Gaza, kini terputus.
Pemerintah kota mengatakan krisis ini semakin parah akibat kerusakan luas pada infrastruktur air. Kerusakan yang terjadi termasuk hancurnya hampir 85% sumur air di Kota Gaza, kini semakin membatasi pasokan air bagi warga.
Sebelum genosida, permintaan air harian melebihi 100.000 meter kubik. Akan tetapi, hanya sebagian kecil dari kebutuhan tersebut yang kini dapat dipenuhi. Dengan kata lain, telah terjadi defisit air sekitar 90 persen dibandingkan dengan tingkat sebelum genosida.
Pernyataan itu menambahkan bahwa hampir 150.000 meter linier jaringan air juga telah hancur. Selain itu, terjadi kerusakan pada pabrik desalinasi di daerah Sudaniya di barat laut kota sehingga mengurangi sumber alternatif untuk memasok kebutuhan air bersih.
Menurut pemerintah kota, kebocoran terbaru pada pipa Mekorot menyebabkan kekurangan air di berbagai wilayah. Misalnya di Kota Tua Gaza, Zeitoun, Sabra dan lingkungan Tel al-Hawa, serta sebagian wilayah barat Kota Gaza.
Pemerintah Kota Gaza mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Otoritas Air Palestina untuk mengakses lokasi tersebut. Mereka juga berusaha untuk memulai perbaikan, dalam upaya untuk memulihkan sebagian pasokan yang hilang dan membatasi skala kekurangan.
Sumber: Middle East Monitor








