ADARA – Memperingati Isra’ Mi’raj, Adara Relief International menggelar webinar spesial bertajuk “Menapaki Jejak Isra’ Mi’raj, Menggapai Kemenangan Gaza dan Al-Quds” pada Jumat (16/1).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Sharif Abu Shammala dan Ustadz Abdul Aziz Abdurrauf, Lc.. Sebanyak 500 peserta menghadiri webinar ini di Zoom dan YouTube.

Maryam Rachmayani, Direktur Utama Adara Relief International membuka webinar ini dengan sambutan.
“Masjidil Aqsa masih mengalami ancaman serius akibat penggalian dan Yahudisasi yang dilakukan Zionis Israel. Sejak 1967, Israel secara ilegal mengontrol kompleks Masjidil Aqsa. membatasi akses jamaah muslim, melakukan penutupan sepihak, namun memberi ruang bebas bagi pemukim zionis dengan pengawalan militer. Hal ini bertujuan untuk membersihkan etnis Palestina sekaligus memperkuat hegemoni kekuasaan atas Masjidil Aqsa. Oleh karena itu, pembelaan terhadap Palestina tak hanya untuk kemanusiaan, namun juga bagian dari pembelaan terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa,” tutur Maryam.
Webinar ini tak hanya mengajak umat Islam memahami Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga menjadi landasan akidah dalam membela Masjid Al-Aqsa dan Palestina.
Ancaman Nyata terhadap Masjid Al-Aqsa, Situs Penting dalam Isra’ Mi’raj

“Isra’ Mi’raj merupakan momentum fundamental dalam akidah Islam,” tegas CEO dari Al-Quds Foundation Malaysia tersebut.
Beliau memaparkan keutamaan Masjid Al-Aqsa sebagai situs penting dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Pertama, tempat berkumpulnya para nabi. Kedua, gerbang menuju langit dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Ketiga, Keberkahan di wilayah Masjid Al-Aqsa.
Lebih lanjut, Dr. Sharif menguraikan kondisi terkini Masjid Al-Aqsa yang menghadapi proses yahudisasi secara sistematis. Upaya ini mencakup pembatasan akses ibadah umat Islam, penghancuran situs bersejarah Islam, penggantian nama wilayah dengan istilah Yahudi, hingga penerapan pembagian waktu dan tempat ibadah yang diskriminatif.
Menurutnya, tujuan akhir dari proses ini adalah menghapus identitas Islam di Masjid Al-Aqsa dan membangun kembali Kuil Sulaiman.
“Permasalahan yang lebih besar dibanding semua ini adalah diamnya umat Islam. Umat Islam tidak melakukan apa-apa, padahal Zionis terus menodai kesucian Al-Aqsa,” tutur Dr. Sharif.
“Doa saja tidak cukup, lakukan apapun yang kita bisa untuk menjaga Palestina dan Al-Aqsa sebagai identitas umat Islam.”
Baca materi Dr. Sharif Abu Shammala lebih lanjut di sini.
Hikmah Isra’ Mi’raj dalam Perjuangan untuk Palestina

Ustadz Abdul Aziz melengkapi pemaparan Dr. Sharif, “Al-Aqsa bukan sekadar situs sejarah, melainkan fondasi akidah yang terus Allah sebutkan dalam Al-Qur’an.”
Ia mengingatkan bahwa Rasulullah membangun kesadaran umat melalui pemahaman terhadap negeri Syam sebagai wilayah yang diberkahi dan menjadi pusat perjuangan para nabi.
Menurut Ustadz Abdul Aziz, pesan besar Isra’ Mi’raj adalah kedekatan dengan Al-Qur’an dan salat. Keduanya merupakan fondasi pembentuk pribadi dan umat yang tangguh.
Oleh karena itu, memperingati Isra’ Mi’raj di tengah penjajahan Al-Aqsa seharusnya melahirkan perubahan sikap dan semangat perjuangan, bukan sekadar seremoni tahunan.
Menutup kajian, ia menegaskan bahwa pembenahan iman dan persatuan umat menjadi kunci dalam sejarah kemenangan Al-Quds.
“Allah tidak menyerahkan tanah suci-Nya kepada umat yang lalai, tetapi kepada mereka yang layak secara spiritual dan moral. Setiap Muslim memiliki peran penting dalam perjuangan ini, melalui ilmu, doa, serta kontribusi nyata.”
Baca materi Ustadz Abdul Aziz Abdurrauf lebih lanjut di sini.








