Doctors Without Borders (Médecins Sans Frontières/MSF) melaporkan bahwa lonjakan tajam kasus infeksi pernapasan di Jalur Gaza seiring musim dingin yang ekstrem memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat memprihatinkan. Situasi ini menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak di bawah usia lima tahun.
Dalam pernyataannya, MSF mengungkapkan bahwa seorang bayi berusia 29 hari meninggal dunia di Rumah Sakit Nasser, Gaza selatan, hanya dua jam setelah tiba di bangsal pediatri yang didukung MSF. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bayi tersebut meninggal akibat penurunan suhu tubuh yang parah (hipotermia).
Kematian ini menambah jumlah korban akibat gelombang dingin dan cuaca ekstrem menjadi 13 orang yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit. MSF menegaskan bahwa kombinasi suhu dingin ekstrem, hujan lebat, badai, serta standar hidup yang terus memburuk telah meningkatkan risiko kesehatan secara signifikan di seluruh Gaza.
Ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat dan bangunan sementara yang rusak serta kerap terendam banjir. Banyak keluarga kekurangan selimut, perlengkapan pemanas, dan pakaian musim dingin, sementara suhu terus menurun.
MSF memperingatkan bahwa jumlah kasus infeksi pernapasan diperkirakan akan terus meningkat sepanjang musim dingin. Organisasi ini mendesak otoritas Israel untuk segera membuka akses masuk bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar, termasuk perlindungan musim dingin dan kebutuhan medis.
Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza menegaskan bahwa Israel gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata 10 Oktober, khususnya terkait masuknya bahan perlindungan dan pengiriman ratusan ribu tenda serta karavan bagi keluarga pengungsi.
Sejak Oktober 2023, hampir 70.700 warga Palestina,sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh, dan lebih dari 171.100 orang terluka akibat serangan di Gaza, sebelum gencatan senjata mulai berlaku.
Sumber:
![Warga Palestina berjuang menghadapi banjir setelah hujan lebat melanda Kamp Abu Marhil di lingkungan Az-Zaytun di Kota Gaza, Gaza pada 10 Desember 2025. [Hamza ZH Qraiqea – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/AA-20251210-39940137-39940105-HEAVY_RAIN_FLOODS_DISPLACED_PALESTINIANS_TENTS_IN_GAZA-750x375.webp)






![Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memberi isyarat selama sesi Parlemen di Yerusalem pada 28 Oktober 2024 [DEBBIE HILL/POOL/AFP via Getty Images]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/GettyImages-2180882469-75x75.webp)
