Universitas Birzeit pada Selasa (9/12) melaporkan bahwa pasukan Israel melancarkan penggerebekan besar-besaran di kampusnya di Tepi Barat yang diduduki sehingga menyebabkan kerusakan luas pada bangunan dan fasilitas universitas. Dewan universitas menyebut serangan itu sebagai bagian dari “taktik sistematis” Israel yang menargetkan pendidikan Palestina, melanggar konvensi internasional yang melarang serangan terhadap institusi akademik.
Dalam pernyataannya, dewan universitas menjelaskan bahwa tentara Israel menyerbu kampus pada waktu fajar, menangkap serta memborgol petugas keamanan kampus sebelum mengobrak-abrik sejumlah gedung. Serangan tersebut merusak berbagai peralatan, kantor, dan infrastruktur di seluruh area kampus.
Pihak universitas menegaskan bahwa serangan tersebut bukanlah kasus tunggal, melainkan kelanjutan dari pola agresi panjang Israel terhadap pendidikan tinggi Palestina. Saat ini, lebih dari 150 mahasiswa Universitas Birzeit berada di penjara Israel, sementara kampus terus mengalami serbuan militer berulang, dengan penggerebekan sebelumnya terjadi pada 22 September.
Menurut dewan universitas, serangan hari ini merupakan penggerebekan ke-25 yang dilakukan Israel terhadap Universitas Birzeit sejak 2002. Situasi ini mencerminkan eskalasi berkelanjutan terhadap lembaga pendidikan di wilayah pendudukan di tengah meningkatnya operasi militer Israel di seluruh Tepi Barat yang turut menyasar kampus, sekolah, dan infrastruktur sipil.
Sumber: MEMO








