• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home A

Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

Gerakan ini diluncurkan dalam diskusi bertajuk "Roots of Resilience: A Comprehensive Perspective of Palestinian Steadiness"

by Marketing Communication
November 30, 2025
in A, Activities, Event, Kegiatan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

Memperingati International Day of Solidarity with the Palestinian People, Adara menggelar diskusi bertajuk "Roots of Resilience: A Comprehensive Perspective of Palestinian Steadiness" di Perpusnas RI (29/11).

1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

JAKARTA — Adara Relief International menggelar forum strategis bertajuk “Roots of Resilience: A Comprehensive Perspective of Palestinian Steadiness”. Diskusi ini menjadi langkah Adara dalam memperingati International Day of Solidarity with the Palestinian People. Bertempat di Perpusnas RI (29/11), diskusi ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Saladin Mission Leadership Program #2.

Apa itu Saladin Mission?

Saladin Mission Leadership Program merupakan program pengembangan kepemimpinan bagi pemuda Indonesia yang diinisiasi oleh Adara Relief International. Program ini terinspirasi dari sosok Shalahuddin Al-Ayyubi, pemimpin pembebasan Baitul Maqdis yang dikenal berwawasan luas dan visioner.

Fathimah, Project Leader dari Saladin Mission berkesempatan meluncurkan Kick Start Saladin Mission Leadership Program.

“Jumlah pemuda saat ini mencapai 1/3 dari masyarakat Indonesia, dan sayang sekali kalau kita tidak melakukan langkah konkrit. Padahal, pemuda adalah agen perubahan. Jangan hanya simpan semangat itu, maksimalkan sesuai potensi masing-masing!” tegas Fathimah.

Program ini bertujuan untuk menyiapkan calon pemimpin muslim yang memiliki kerangka berpikir strategis dalam membebaskan Baitul Maqdis. Program ini mendorong peserta untuk berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari Public Speakers, Creative Media, hingga Researcher.

Pengenalan Saladin Mission Leadership Program oleh Fathimah.
Fathimah menjelaskan bahwa Saladin Mission bertujuan untuk menciptakan ruang bagi pemuda untuk tumbuh, berkontribusi, dan berkolaborasi sesuai bidang dan potensinya masing-masing.

Adara meluncurkan Saladin Mission Leadership Program pertama kali pada 2021. Saat itu, Indonesia menjadi satu dari tujuh negara yang berkesempatan untuk mempresentasikan proyek kepalestinaan untuk pemuda di konferensi internasional. Kini, Adara kembali membuka kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk bergabung dalam Saladin Mission Leadership Program #2.

Menggali Sejarah: Memahami Fondasi Ketahanan Rakyat Palestina

Adara resmi meluncurkan Saladin Mission Leadership Program #2 pada diskusi Roots of Resilience. Nantinya, peserta dari diskusi ini akan menjadi peserta dari program Saladin Mission.

Forum ini menjadi langkah awal bagi para calon pemimpin muda yang akan bergabung di Saladin Mission. Sebelum terjun mengambil peran, mereka perlu memahami akar perjuangan rakyat Palestina secara komprehensif. Oleh karena itu, agenda dimulai dengan keynote speaker dari Palestina yang membuka wawasan peserta tentang akar ketahanan serta urgensi pembebasan Baitul Maqdis.

Pemaparan Dr. Sharif, Mantan Direktur Jenderal Pusat Sejarah dan Dokumentasi Palestina.
Menurut Dr. Sharif, solidaritas untuk Palestina sangat penting. Akan tetapi. lebih penting untuk menuntut dan mendesak peradilan internasional untuk segera mengadili para penjahat, supaya agresi ini segera berhenti.

“Perkara Palestina tidak dimulai dari 1948 ketika Zionis mengusir Palestina, melainkan ketika mereka pertama kali mencetuskan untuk menguasai Palestina. Solusi paling efektif dalam perkara ini adalah mengakhiri penjajahan dan membebaskan Palestina, supaya dunia kembali berada dalam jalan kebenaran,” ujar Dr. Sharif Amin Abu Shammala, Mantan Direktur Jenderal Pusat Sejarah dan Dokumentasi Palestina.

Menilik Lebih Dalam Aspek Ketahanan Palestina Melalui Diskusi Panel

Pada diskusi panel, Prof. Yon Machmudi, Ph.D, Shofwan Al Banna Choiruzzad, Ph.D, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, serta Ir. Maryam Rachmayani, S.Th.I., M.M. memaparkan perspektif strategis dari sisi sejarah, politik, hukum internasional, hingga peran kemanusiaan Indonesia untuk Palestina.

Prof. Yon mengulas akar penjajahan Palestina melalui penghapusan identitas, budaya, dan ekologi Palestina yang berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan historis. Ia menegaskan pentingnya memahami dinamika ini agar dunia terus menuntut perlindungan hak-hak Palestina dan mencegah hilangnya sejarah serta budaya mereka.

Ir. Maryam Rachmayani, S.Th.I., M.M. bersama Prof. Yon Machmudi, Ph.D.
Ir. Maryam Rachmayani, S.Th.I., M.M. bersama Prof. Yon Machmudi, Ph.D. dalam diskusi panel.

Shofwan kemudian mengupas dari aspek hubungan internasional. Beliau menyatakan bahwa upaya demiliterisasi Gaza menempatkan Israel sebagai pihak yang sepenuhnya mengatur keamanan, termasuk menghancurkan infrastruktur militer Gaza, mengendalikan warga sipil, dan mengawasi jalannya bantuan kemanusiaan. Israel melalui IDF, ISF, penjamin, dan AS juga menetapkan sendiri standar serta jadwal penarikan pasukannya, sehingga tidak ada tekanan nyata untuk mengakhiri pendudukan di Gaza.

Prof. Hikmahanto turut menegaskan dari aspek hukum. “Konflik Israel-Palestina berkaitan dengan tanah. Kalau rakyat Palestina meninggalkan tanah air dan tidak bisa kembali, maka tujuan Israel tercapai. Jangan sampai kita menjadi pihak yang menyukseskan tujuan tersebut,” tegasnya.

Fitriyah Nur Fadhilah sedang memandu sesi jalannya diskusi panel.
“Israel ingin menghancurkan Palestina secara sistematis. Oleh karena itu, tugas kita belum selesai. Kita harus terus mendesak dunia internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” ucap Fitriyah Nur Fadhilah, moderator sesi diskusi panel ini.

Maryam menutup sesi diskusi dengan memaparkan dukungan masyarakat Indonesia dalam menjaga akar keteguhan Palestina. “Ketahanan rakyat Gaza lahir dari iman, ilmu, dan amal. Oleh karena itu, Adara berupaya terus mendukung ketahanan tersebut dengan tak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga fokus pada dukungan berkelanjutan. Salah satunya program pemberdayaan perempuan, dengan cara membantu mereka mandiri, membeli produk hasilnya untuk dilelang, lalu mengembalikan manfaatnya untuk rakyat Palestina.”

We Are The Seeds, Langkah Nyata Pemuda Indonesia untuk Palestina

Agenda berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan aktivis kepalestinaan lintas bidang: Chikita Fawzi, Surya Fachrizal, Fathia Fairuza, dan Habib AMA.

Mengusung tema We Are The Seeds, diskusi ini mendorong para pemuda untuk menyadari peran strategis dalam perjuangan Palestina sesuai dengan kapasitas masing-masing. Sebab, kontribusi untuk Palestina tak hanya sebatas turun ke jalan, namun juga kontribusi berkelanjutan yang dibekali ilmu, kreativitas, dan kompetensi.

Fatmah Ayudhia Amani memandu jalannya sesi Focus Group Discussion. Beliau adalah alumni dari Saladin Mission #1 yang aktif sebagai aktivis Palestina.

Surya, jurnalis senior dan delegasi Mavi Marmara pada Freedom Flotilla 2010, menekankan pentingnya media dalam menghadirkan kebenaran. “Media memiliki peran yang sangat penting, namun kebebasan berpendapat dari jurnalis terus dibungkam oleh Israel,” cetusnya.

Habib AMA sebagai founder #BuyCut kemudian menegaskan pentingnya boikot dalam perjuangan untuk Palestina. “Boikot hari ini adalah hal yang paling realistis yang bisa dilakukan. Ini menjaga hak asasi bagi pengusaha lokal, juga bagi masyarakat Palestina supaya produk yang kita beli tidak menjadi peluru yang membunuh mereka.”

Sementara itu, Fathia melihat isu Palestina melalui perspektif hukum dan HAM. “Menangkap Netanyahu sangat sulit karena pembuktian niat jahat dalam genosida tidak mudah. Di sinilah jurnalis berperan penting mendokumentasikan kejahatan Israel.”

Baca Juga

Sukses Digelar, Pengunjung Palfest Penuhi Taman Ismail Marzuki

Adara Hadiri Temu Filantropi Kemensos: Apresiasi Atas Respon Cepat Tanggap Bencana Sumatera

Chiki dan Habib AMA dalam Focus Group DIscussion.
Chikita Fawzi dan Habib AMA membagikan pengalaman perjuangan mereka dalam mendukung Palestina melalui media, kampanye kreativitas, dan gerakan boikot.

“Perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan jangka panjang. Kita harus tetap fokus dan konsisten pada visi dan tujuan,” tutur Chiki. Chiki juga mengajak seluruh peserta untuk terus bersinergi, saling menguatkan, dan berada dalam satu barisan perjuangan. Sebab, dukungan antar aktivis akan menjadi energi yang menjaga nafas perjuangan tetap menyala.

Sesi FGD ini menekankan bahwa setiap dari kita adalah benih perubahan yang harus terus dipupuk hingga tumbuh menjadi kekuatan besar pembebasan Palestina. Meski berjauhan secara geografis, namun kita tetap bisa memperjuangkannya di manapun kita berada.

Tags: DiskusiPalestinapemudaperpusnassaladinmission
ShareTweetSendShare
Previous Post

Adara Raih Opini WTP untuk Kelima Kalinya

Next Post

Gencatan Senjata Bukan Alasan untuk Lupa: Palestina Masih Butuh Solidaritas Kita

Marketing Communication

Marketing Communication

Related Posts

Event

Sukses Digelar, Pengunjung Palfest Penuhi Taman Ismail Marzuki

by Adara Relief International
Januari 5, 2026
0
24

JAKARTA, 28 Desember 2025 – Adara Relief International kembali sukses menyelenggarakan acara tahunan Palestine Festival (Palfest) 2025 di Taman Ismail...

Read moreDetails
Indah Kurniati, Direktur Fundraising Adara Relief International di depan Posko Pengumpulan Bantuan Peduli Bencana dari Kemensos RI (10/12).

Adara Hadiri Temu Filantropi Kemensos: Apresiasi Atas Respon Cepat Tanggap Bencana Sumatera

Desember 11, 2025
72
Maimon Herawati (SMART171, Indonesia), Maryam Rachmayani (Adara Relief International, Indonesia), Zuraidah Kornain (MWCQP, Malaysia) di The Jerusalem Covenant Conference.

Adara Turut Serta dalam Seruan Global untuk Menghentikan Likuidasi dan Genosida Melalui The Jerusalem Covenant Conference

Desember 10, 2025
41
Anak-anak Palestina sedang mengikuti program Hidupkan Ahlul Quran (HAQ) di markaz Quran kamp pengungsian Lebanon.

Ketika Ayat-Ayat Al-Quran Menghangatkan Dingin Pengungsian: Kabar Terkini Penghafal Palestina di Lebanon

Desember 5, 2025
63
Layali Filastin 2025, Mengenal Palestina Lewat Budaya dan Kuliner Otentik

Layali Filastin 2025, Mengenal Palestina Lewat Budaya dan Kuliner Otentik

Desember 23, 2025
45
Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.

Dari Keteguhan Gaza ke Panggung Seni: Adara Persembahkan Teater Bertema Kemanusiaan dengan Target 2.400 Orang

Desember 2, 2025
44
Next Post
Anak-anak Palestina melihat matahari terbenam dari reruntuhan di Jabalia, Gaza (Reuters)

Gencatan Senjata Bukan Alasan untuk Lupa: Palestina Masih Butuh Solidaritas Kita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630