Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa Gaza membutuhkan sebuah “arsitektur keamanan” setelah gencatan senjata, dan Uni Eropa (UE) siap memberikan dukungan lebih kuat untuk merealisasikan rencana tersebut. Berbicara kepada wartawan di Brussel menjelang pertemuan para menteri luar negeri UE, Wadephul menyatakan bahwa situasi Timur Tengah dan kontribusi UE terhadap rencana perdamaian Gaza menjadi agenda pembahasan utama.
Ia menjelaskan bahwa arsitektur keamanan yang dibutuhkan mencakup kehadiran pasukan stabilisasi internasional dan aparat kepolisian Palestina, yang kini telah memperoleh legitimasi melalui resolusi terbaru Dewan Keamanan PBB. Wadephul juga menegaskan kembali dukungan kuat Jerman terhadap rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trump, serta upaya lama Jerman mendorong resolusi DK PBB untuk memperkuat landasan hukum rencana tersebut.
Menurutnya, Jerman dan UE siap memberikan dukungan praktis, termasuk mengaktifkan dan memperkuat misi kepolisian serta keamanan perbatasan UE di wilayah tersebut. Wadephul menekankan perlunya kerja sama erat dengan Israel dan mengungkapkan bahwa ia telah beberapa kali membahasnya dengan menteri luar negeri Israel, dengan harapan kesepakatan dapat segera dicapai.
Ia menambahkan bahwa negara-negara tetangga seperti Yordania dan Mesir telah menyatakan kesiapan mereka untuk melatih aparat kepolisian Palestina yang baru sebagai bagian dari upaya stabilisasi jangka panjang di Gaza.
Sumber: MEMO, AA







