Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNICEF, UNRWA, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina, meluncurkan kampanye terpadu untuk imunisasi rutin, pemantauan gizi, dan pertumbuhan anak di Jalur Gaza. Kampanye ini menargetkan 44.000 anak yang terputus dari layanan kesehatan penting akibat dua tahun agresi genosida.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Rabu, disebutkan bahwa kampanye ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap untuk memberikan tiga dosis vaksin pentavalen, polio, rotavirus, dan pneumokokus, serta dua dosis vaksin campak, gondongan, dan rubela. Tahap pertama akan dimulai pada 9 hingga 18 November 2025 di hampir 150 fasilitas kesehatan dan 10 klinik keliling di seluruh Gaza.
Sekitar satu dari lima anak di bawah usia tiga tahun di Gaza belum pernah menerima vaksin atau terlewat imunisasinya akibat perang, sehingga berisiko tinggi terhadap wabah penyakit yang dapat dicegah. Karena itu, kampanye ini juga mencakup pemeriksaan gizi bagi anak-anak dan penanganan kasus malnutrisi, termasuk perawatan bagi anak dengan komplikasi di pusat stabilisasi yang didukung WHO.
UNICEF telah menyalurkan seluruh vaksin, jarum suntik, peralatan rantai dingin, dan suplai gizi ke Gaza. Lebih dari 450 tenaga kesehatan dan staf pendukung, serta hampir 150 dokter, telah dilatih untuk menjalankan kampanye ini.
Perwakilan UNICEF untuk Palestina, Jonathan Veitch, menegaskan bahwa setelah dua tahun kekerasan yang membunuh lebih dari 20.000 anak di Jalur Gaza, kesempatan untuk melindungi mereka yang selamat adalah “sebuah kewajiban moral.” Sementara itu, perwakilan WHO untuk wilayah Palestina, Richard Peeperkorn, menyebut kampanye ini sebagai “garis hidup” bagi anak-anak Gaza, melindungi kesehatan mereka sekaligus memulihkan harapan.
Namun, keberhasilan kampanye ini bergantung pada penghormatan penuh terhadap gencatan senjata agar keluarga, tenaga kesehatan, dan pekerja kemanusiaan dapat menjangkau lokasi vaksinasi dengan aman. PBB juga memperingatkan bahwa kondisi musim dingin yang keras meningkatkan risiko penyebaran penyakit mematikan yang sebenarnya dapat dicegah.
Sebelumnya, Gaza memiliki 54 fasilitas imunisasi dengan cakupan vaksinasi anak mencapai 98%, salah satu yang tertinggi di dunia. Kini, 31 fasilitas telah hancur atau tidak berfungsi akibat serangan Israel, dan cakupan vaksinasi rutin turun di bawah 70%. Tahap kedua dan ketiga kampanye dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025 dan Januari 2026.
Sumber: MEMO. AA
![Anak-anak bersepeda di tengah perjuangan sehari-hari warga Palestina yang tinggal di Nuseirat, Gaza, yang dilanda perang, pada 1 November 2025. [Moiz Salhi – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/AA-20251102-39591654-39591641-DAILY_LIFE_IN_WARTORN_NUSEIRAT-1-750x375.webp)






![Warga Palestina, termasuk anak-anak, mengantre panjang untuk menerima makanan hangat yang didistribusikan oleh berbagai lembaga amal di wilayah al-Mawasi, Khan Yunis, Gaza, pada 5 November 2025. [Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/AA-20251105-39623283-39623259-HOT_FOOD_DISTRIBUTED_TO_PALESTINIANS_IN_GAZA-1-1-75x75.webp)
