• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

WHO: Krisis Kemanusiaan di Gaza Belum Berakhir Meski Ada Gencatan Senjata

by Adara Relief International
Oktober 24, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
WHO: Krisis Kemanusiaan di Gaza Belum Berakhir Meski Ada Gencatan Senjata

Warga Palestina, termasuk anak-anak, menunggu dengan panci untuk menerima makanan hangat yang didistribusikan oleh lembaga amal, sementara mereka berjuang melawan kelaparan akibat blokade makanan Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Kota Gaza, Gaza pada 21 Oktober 2025. [Moiz Salhi – Anadolu Agency]

20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa situasi kelaparan dan penderitaan di Jalur Gaza masih parah meskipun gencatan senjata rapuh telah diberlakukan sejak dua minggu lalu. WHO menegaskan bahwa jumlah bantuan yang masuk hampir tidak mengalami peningkatan, sementara evakuasi medis masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

“Gencatan senjata yang diumumkan dua minggu lalu memang rapuh dan sempat dilanggar,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers di Jenewa. “Namun, krisis ini masih jauh dari berakhir, dan kebutuhan di Gaza sangat besar.”

Tedros menyoroti bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, belum ada perubahan signifikan dalam jumlah bantuan yang masuk. “Tidak ada penurunan tingkat kelaparan karena makanan yang masuk tidak mencukupi,” tegasnya. Ia juga menyebut bahwa sebagian besar truk yang kini melintasi perbatasan adalah truk komersial, yang tidak membantu warga karena sebagian besar tidak mampu membeli makanan.

WHO menyatakan bahwa Israel tidak mengizinkan jumlah bantuan yang disepakati selama gencatan senjata, yaitu 600 truk per hari. Kurangnya pasokan kemanusiaan selama perang telah menyebabkan kelaparan meluas di seluruh Gaza. “Meskipun aliran bantuan meningkat, jumlahnya masih hanya sebagian kecil dari kebutuhan nyata,” ujar Tedros.

Selain krisis pangan, WHO juga menyoroti keruntuhan sistem kesehatan di Gaza. “Tidak ada rumah sakit yang berfungsi penuh di Gaza, dan hanya 14 dari 36 rumah sakit yang masih beroperasi sebagian,” kata Tedros. “Ada kekurangan kritis obat-obatan, peralatan, dan tenaga kesehatan.”

Ia menambahkan bahwa evakuasi medis yang dilakukan sekali seminggu tidak cukup untuk menolong pasien yang membutuhkan perawatan segera di luar Gaza. “Bagi sebagian pasien, keterlambatan berarti kematian,” ungkapnya, mencatat bahwa 700 orang telah meninggal saat menunggu izin keluar. Saat ini, sekitar 15.000 pasien termasuk 4.000 anak-anak memerlukan perawatan di luar Gaza.

WHO mendesak agar seluruh perbatasan, termasuk Rafah, dibuka untuk memperlancar masuknya bantuan. “Sejumlah besar bantuan telah menumpuk di Al-Arish, Mesir, dan siap dikirim begitu perbatasan dibuka,” kata Tedros.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Menurut rencana WHO, diperlukan dana sebesar 45 juta dolar AS untuk mempertahankan layanan penyelamatan jiwa dan memperkuat pemantauan penyakit selama 60 hari gencatan senjata. Namun, untuk membangun kembali sistem kesehatan Gaza, setidaknya dibutuhkan 7 miliar dolar AS.

Lebih dari 170.000 orang di Gaza terluka, termasuk 5.000 penyandang amputasi dan 3.600 korban luka bakar berat. Sekitar satu juta lainnya membutuhkan dukungan kesehatan mental. “Gencatan senjata ini belum menjadi akhir penderitaan warga Gaza,” pungkas Tedros.

Sumber:

MEMO, MEE

ShareTweetSendShare
Previous Post

UNRWA: Israel Terus Lakukan Penghancuran dan Pengusiran Paksa di Tepi Barat

Next Post

Netanyahu Hentikan Pembahasan RUU Aneksasi Tepi Barat Setelah Dikritik AS

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Netanyahu Hentikan Pembahasan RUU Aneksasi Tepi Barat Setelah Dikritik AS

Netanyahu Hentikan Pembahasan RUU Aneksasi Tepi Barat Setelah Dikritik AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630