Tunisia — Perwakilan Adara tiba di Bandara Carthage, Tunisia, pada Ahad (31/8). Bersama puluhan delegasi Indonesia lainnya Adara bergerak bersama dalam misi Global Sumud Flotilla. Agenda utama di Tunisia adalah mengikuti pelatihan selama lima hari sebelum berlayar menuju perairan Gaza. Maryam Rachmayani, Direktur Utama, dan Latifah Hariawati, Direktur Program dan Penyaluran mewakili Adara dalam misi kemanusiaan kali ini.

“Kami berangkat membawa nama baik Indonesia. Kami mohon dukungan pemerintah Indonesia agar kami dapat mencapai tujuan. Jikapun terjadi sesuatu, kami berharap pemerintah memberikan bantuan diplomasi bagi kami. Mohon doa agar rombongan Indonesia berhasil membuka blokade Gaza, sehingga jalur bantuan dapat terbuka dan makanan, obat-obatan, serta air bersih bisa masuk,” ujar Maryam.

Latifah menyatakah bahwa, “Kami akan bertolak menuju Tunisia untuk bergabung dengan rombongan kapal-kapal dari Barcelona, Spanyol, Italia, dan akan bergabung di Tunisia dan menuju perairan Gaza. Segala upaya telah kita lakukan, lewat darat, udara, hari ini kita akan mencoba melalui jalur laut bersama tim Global Flotilla dari Eropa,” Latifah juga menambahkan, “Kita bicara pahitnya, kalaulah terjadi sesuatu satu hal yang jelas, kami telah menunaikan amanah ini semoga ini menjadi penggugur kifayah umat.” Tutupnya.

Ben-Gvir Bersiap Menghadang Rombongan Sumud
Tibanya rombongan di Tunisia menandai dimulainya fase penting misi ini. Saat ini, tugas utama adalah memastikan perhatian dunia tertuju pada aksi “All Eyes on Deck”. Menurut laporan Quds News Network, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, telah menyiapkan rencana kekerasan untuk menghadang armada solidaritas Gaza terbesar yang pernah diorganisir. Masih dari sumber yang sama, Israel Hayom melaporkan bahwa negara pendudukan tersebut tengah bersiap menghadapi lebih dari 200 aktivis dari 44 negara, yang bertekad mematahkan pengepungan Israel selama 17 tahun atas Gaza.

Delegasi Indonesia yang berangkat dalam gerakan Global Sumud Flotilla tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), sebuah konsorsium NGO kemanusiaan di Indonesia yang menyumbangkan lima kapal untuk misi ini.






![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)

