Pasukan Israel membunuh mantan pemain tim nasional bola basket Palestina, Mohammed Shaalan, pada Selasa (19/8). Shaalan, 40 tahun, ditembak di sebuah pusat distribusi bantuan dekat Khan Younis saat berusaha mendapatkan makanan dan obat-obatan untuk keluarganya, termasuk putrinya yang sakit parah, Maryam. Menurut laporan media lokal, Maryam menderita gagal ginjal dan keracunan darah akut. Sebelum wafat, Shaalan berulang kali mengajukan permohonan bantuan untuk mendapatkan perawatan medis yang layak bagi putrinya.
Shaalan, yang dijuluki “al-Zilzal” atau “Guncangan” dalam bahasa Arab, dikenal luas di dunia olahraga Palestina. Ia pernah bermain untuk sejumlah klub lokal seperti Khadamat al-Bureij, Khadamat al-Maghazi, dan Khadamat Khan Younis, serta memperkuat tim nasional Palestina. Gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan para pelayat mengiringi jenazah Shaalan yang dibalut bendera Palestina, dihiasi bunga di atas kafannya.
Wafatnya Shaalan menambah daftar panjang korban dari kalangan atlet Palestina. Dalam 24 jam terakhir, dua tokoh olahraga lain juga dibunuh pasukan Israel, Salem al-Shaer (26), kepala divisi peralatan di Klub Pemuda Rafah, dan Ahmed al-Jawrani (40), mantan bintang Klub Olahraga Al-Salah.
Menurut pejabat olahraga Palestina, sejak genosida di Gaza dimulai hampir dua tahun lalu, pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 670 atlet Palestina.
Awal bulan ini, pasukan Israel juga membunuh mantan bintang sepak bola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang dijuluki “Pele Palestina”. Ia ditembak mati saat mengantre di pusat distribusi bantuan yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga yang didukung AS.
Sejak akhir Mei, lebih dari 2.000 warga Palestina terbunuh di lokasi distribusi GHF akibat serangan Israel. GHF sendiri meluncurkan mekanisme distribusi bantuan pada 27 Mei, setelah hampir tiga bulan Israel memberlakukan blokade penuh terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Namun, berbagai organisasi hak asasi manusia menilai mekanisme tersebut justru terlibat dalam kejahatan internasional karena menjadi “fasilitas bagi pasukan Israel untuk melakukan pembantaian massal” berulang terhadap penduduk Palestina.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/israeli-attacks-gaza-aid-seekers-kills-beloved-national-basketball-star








