• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Dorong Rencana Reokupasi Gaza: “Lebih Dekat dari Sebelumnya”

by Adara Relief International
Juli 31, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Dorong Rencana Reokupasi Gaza: “Lebih Dekat dari Sebelumnya”

Para pemukim Yahudi dan aktivis sayap kanan berbaris menuju perbatasan utara Israel di Gaza pada 30 Juli 2025. [Getty]

13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Jalur Gaza yang hancur akibat hampir dua tahun agresi militer Israel kini menjadi sasaran impian lama kelompok sayap kanan Israel: reokupasi (pendudukan kembali) dan pendirian kembali permukiman ilegal Yahudi. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan bahwa Israel kini “lebih dekat dari sebelumnya” untuk kembali menduduki Gaza dan membangun permukiman Yahudi di wilayah tersebut.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah konferensi untuk memperingati 20 tahun penarikan Israel dari Jalur Gaza pada 2005. Saat itu, 21 permukiman ilegal Israel di Gaza—termasuk blok Gush Katif, dibongkar dan sekitar 8.000 pemukim dievakuasi sebagai bagian dari rencana mereka.

“Selama 20 tahun kami menyebutnya angan-angan, tetapi sekarang ini menjadi rencana nyata,” ujar Smotrich. “Saya tidak ingin kembali ke Gush Katif—terlalu kecil dan sempit. Kita harus (mendapat yang) lebih besar. Situasi Gaza hari ini memungkinkan kita berpikir lebih luas.”

Pernyataan ini datang tidak lama setelah Belanda melarang Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir memasuki negaranya, sebagai bentuk tekanan internasional untuk menghentikan perang yang telah membunuh lebih dari 60.000 warga Palestina menurut Kementerian Kesehatan Gaza, dan menuai tudingan genosida dari berbagai organisasi HAM internasional.

Baca Juga

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Pada waktu yang sama, ratusan pemukim Israel—termasuk mantan pemukim Gush Katif dan generasi baru calon pemukim—melakukan long march dari kota Sderot menuju titik observasi Asaf Siboni yang menghadap reruntuhan Beit Hanoun di Gaza utara. Mereka mengibarkan bendera Israel dan spanduk oranye Gush Katif, meneriakkan slogan “Gaza, milik kami selamanya!” dan “Cara mengalahkan Hamas adalah merebut kembali tanah kami!”

“Seribu keluarga siap pindah sekarang dan tinggal di tenda-tenda,” kata Daniella Weiss, mantan walikota permukiman ilegal Kedumim di Tepi Barat. “Kami percaya bahwa hanya dengan memegang tanah ini, militer Israel akan menang.”

Meski kebijakan resmi pemerintahan Netanyahu menyatakan operasi di Gaza bertujuan untuk menghancurkan Hamas dan membebaskan sandera, bukan untuk membangun kembali permukiman, para pemukim mengklaim mereka telah menjalin komunikasi dengan anggota koalisi pemerintah dari sayap kanan dan melihat celah politik yang bisa dimanfaatkan.

Para pendukung gerakan ini meyakini bahwa Gaza adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanah Israel. “Saya percaya pada Tuhan dan pada pemerintah,” ujar Sharon Emouna, seorang pendukung permukiman ilegal dari Tepi Barat. Ia menyatakan bahwa pemukim Yahudi memiliki hak untuk kembali dan bahkan menyebut bahwa warga Palestina akan diuntungkan jika tinggal berdampingan dengan para pemukim Israel.

Namun, rencana kembalinya para pemukim ini ditentang secara luas oleh komunitas internasional. Para pakar hukum menegaskan bahwa reokupasi dan pemindahan paksa penduduk Palestina akan menjadi bentuk pembersihan etnis yang melanggar hukum internasional.

Untuk saat ini, pasukan militer Israel masih menutup akses langsung ke Gaza. Namun, gelombang dukungan dari kelompok ekstrem kanan di Israel menunjukkan bahwa upaya reokupasi Gaza bukan lagi sekadar retorika, melainkan tengah dijajaki sebagai agenda politik nyata.

Sumber:
https://www.newarab.com/news/ours-forever-would-be-israeli-settlers-march-gaza
https://qudsnen.co/far-right-minister-claims-gaza-inseparable-part-of-israel-calls-for-its-occupation/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gaza di Ambang Kelaparan Massal, Anak-anak dan Perempuan Jadi Korban Terparah

Next Post

Warga Susiya Hadapi Kekerasan Pemukim Israel: “Mereka Ingin Kami Hidup Tanpa Air”

Adara Relief International

Related Posts

RS Al-Shifa Memperingatkan Penyebaran Penyakit yang Tidak Teridentifikasi di Gaza
Berita Kemanusiaan

RS Al-Shifa Memperingatkan Penyebaran Penyakit yang Tidak Teridentifikasi di Gaza

by Adara Relief International
Januari 20, 2026
0
16

Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza telah mengeluarkan peringatan serius tentang memburuknya krisis kesehatan, karena kasus-kasus penyakit yang tidak teridentifikasi...

Read moreDetails
Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Januari 19, 2026
18
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
16
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
13
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
36
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
15
Next Post
Warga Susiya Hadapi Kekerasan Pemukim Israel: “Mereka Ingin Kami Hidup Tanpa Air”

Warga Susiya Hadapi Kekerasan Pemukim Israel: “Mereka Ingin Kami Hidup Tanpa Air”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630