Lebih dari 300 staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagian besar dari Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), telah terbunuh dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Fakta memilukan ini disampaikan oleh Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, dan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, pada Ahad (27/7).
“Jumlah korban jiwa telah melampaui tonggak mengerikan sebanyak 300 orang,” ujar Lazzarini dalam pernyataan di platform X. “Mayoritas staf kami terbunuh bersama anak-anak dan orang-orang yang mereka cintai—seluruh keluarga dilenyapkan.”
Ia menambahkan bahwa sebagian besar korban yang terbunuh adalah tenaga kesehatan dan guru. Beberapa di antaranya bahkan terbunuh saat menjalankan tugas melayani komunitas. Ia menegaskan, “Tidak ada pembenaran untuk pembunuhan ini. Kekebalan hanya akan memicu lebih banyak pembunuhan. Mereka yang bertanggung jawab harus diadili.”
Senada dengan itu, Volker Türk menegaskan bahwa lebih dari 300 staf PBB telah terbunuh oleh aksi militer Israel sejak 7 Oktober. Mengutip data Kementerian Kesehatan di Gaza, Türk menyebut lebih dari 200.000 warga Palestina telah terbunuh atau terluka sejak awal agresi, angka yang setara dengan sekitar 10 persen dari total populasi Gaza.
Türk juga menyoroti kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk. Ia menyebut lebih dari 1.000 orang terbunuh hanya karena mencoba mendapatkan makanan. Ia mengkritik keras kegagalan sistem distribusi bantuan yang dikelola secara militeristik oleh Gaza Humanitarian Foundation, yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat, karena tidak mampu menjangkau skala dan cakupan kebutuhan di lapangan.
UNRWA, yang didirikan pada 1949, menjadi tumpuan hidup bagi para pengungsi Palestina. Badan ini memberikan layanan kepada hampir 5,9 juta orang di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suriah, dan Lebanon. Namun sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh perlintasan ke Gaza, menghentikan masuknya makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan lainnya—semakin memperparah krisis yang sudah akut.
Hingga kini, militer Israel terus menggempur Jalur Gaza. Serangan yang berlangsung tanpa henti ini telah membunuh lebih dari 53.300 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Situasi ini semakin memperkuat tuduhan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Di akhir pernyataannya, Volker Türk menegaskan bahwa PBB tetap berkomitmen untuk mendukung rakyat Palestina dalam membangun negara merdeka, “dengan menekankan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan terwujudnya perdamaian yang adil,” pungkasnya.
sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/unrwa-chief-says-over-300-staff-members-killed-in-israeli-attacks-in-gaza/3572453
https://www.#/20250728-over-300-un-staff-killed-in-gaza-since-october-2023-un-rights-chief-says/







