Lebih dari 40.000 bayi di Jalur Gaza menghadapi risiko kematian akibat larangan terus-menerus oleh Israel terhadap masuknya susu formula bayi ke wilayah tersebut. Peringatan ini disampaikan oleh otoritas lokal Gaza pada Senin (28/07), sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency.
“Ada risiko kematian yang mengancam ribuan bayi di Jalur Gaza akibat larangan Israel terhadap masuknya susu formula,” demikian pernyataan dari Kantor Media Pemerintah di Gaza.
“Lebih dari 40.000 bayi berusia di bawah satu tahun di Gaza terancam mengalami kematian perlahan dan senyap akibat blokade kejam yang mencekik ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Pihak berwenang menyerukan agar perlintasan perbatasan Gaza segera dibuka tanpa syarat untuk memasukkan bantuan kemanusiaan, khususnya susu formula bayi. Mereka juga menegaskan bahwa Israel, para pendukungnya, dan komunitas internasional harus bertanggung jawab penuh atas setiap nyawa tak berdosa yang hilang akibat blokade sistematis ini.
Krisis kelaparan di Gaza telah berkembang menjadi bencana kemanusiaan. Cuplikan-cuplikan memilukan memperlihatkan warga yang sangat kurus kering—hanya tinggal kulit dan tulang—tersungkur karena kelelahan, dehidrasi, dan kelaparan berkepanjangan.
Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza selama 18 tahun. Namun sejak 2 Maret 2025, Israel menutup total seluruh perlintasan, memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak Oktober 2023, sebanyak 147 warga Palestina—termasuk 88 anak-anak—telah meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi.
Meski berbagai pihak internasional telah menyerukan gencatan senjata, militer Israel tetap melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak 7 Oktober 2023. Hampir 60.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Pengeboman tanpa henti ini menyebabkan kehancuran dan krisis pangan yang parah di Gaza.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di wilayah tersebut.
Sumber:
https://www.#/20250728-over-40000-infants-at-risk-of-death-in-gaza-due-to-israeli-ban-on-baby-formula-authorities-warn/
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/over-40-000-infants-at-risk-of-death-in-gaza-due-to-israeli-ban-on-baby-formula-authorities-warn/3644247







