• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Krisis Gizi Gaza: Pasien Rumah Sakit Meninggal karena Malnutrisi

by Adara Relief International
Juli 18, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Krisis Gizi Gaza: Pasien Rumah Sakit Meninggal karena Malnutrisi
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Gaza saat ini menghadapi krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Pasien-pasien di rumah sakit dilaporkan meninggal dunia akibat luka yang seharusnya dapat disembuhkan, tetapi kondisi malnutrisi akibat blokade Israel menghalangi pemulihan tubuh mereka. Hal ini disampaikan oleh Prof. Nick Maynard, seorang ahli bedah gastrointestinal asal Inggris yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, bersama tim medis darurat dari organisasi Medical Aid for Palestinians (MAP).

Maynard, yang kini untuk ketiga kalinya menjadi relawan medis di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023, menyebut bahwa tingkat malnutrisi yang ia saksikan kali ini “tak terbayangkan buruknya” dan “jauh lebih parah dibandingkan setahun lalu.” Ia menegaskan bahwa kekurangan gizi telah berkontribusi langsung terhadap kematian pasien, karena tubuh mereka tidak mampu memulihkan diri setelah operasi.

Baca Juga

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

“Penanganan medis yang kami lakukan hancur berantakan; pasien mengalami infeksi parah dan akhirnya meninggal,” ujarnya. “Saya telah kehilangan begitu banyak pasien hanya karena mereka tidak mendapatkan cukup makanan untuk pulih. Ini sangat menyakitkan karena sebetulnya bisa dicegah dan diobati.”

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pasien, tetapi juga tenaga kesehatan setempat. Maynard menyebut banyak rekan medis Palestina yang kehilangan berat badan hingga 20–30 kg dalam setahun terakhir akibat kekurangan makanan.

Di unit neonatal rumah sakit, empat bayi dilaporkan meninggal karena kekurangan gizi. Salah satu kasus yang membuat Maynard menangis adalah seorang bayi tujuh bulan yang tubuhnya menyerupai bayi baru lahir. “Ungkapan ‘kulit dan tulang’ saja tidak cukup menggambarkan kondisinya,” katanya. “Kami hampir tidak memiliki cairan nutrisi intravena. Anak-anak hanya diberi air gula 10 persen, yang jelas-jelas bukan dukungan gizi yang memadai.”

Dalam laporan terbaru kepada Dewan Keamanan PBB, Kepala UNICEF Catherine Russell menyampaikan bahwa malnutrisi akut anak-anak di Gaza meningkat hingga hampir tiga kali lipat pasca blokade makanan selama 11 pekan yang diberlakukan Israel sejak Maret. Dari lebih dari 113.000 anak yang diperiksa pada Juni, hampir 6.000 anak dinyatakan mengalami malnutrisi akut—lonjakan 180 persen dibandingkan Februari.

Maynard juga menyoroti kasus-kasus penembakan terhadap warga sipil, terutama anak-anak, di sekitar pusat distribusi bantuan makanan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), proyek bersama Israel dan AS. Ia menyebut banyak korban berusia 12 hingga 13 tahun yang datang mencari makanan untuk keluarga mereka justru menjadi korban tembakan.

“Saya menangani seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang ditembak dadanya saat mengambil bantuan makanan. Ia meninggal di atas meja operasi,” kenangnya.

PBB melaporkan bahwa 865 warga Palestina telah terbunuh dalam enam pekan terakhir di dekat pusat distribusi bantuan, termasuk 674 orang yang terbunuh di lokasi yang dikelola GHF. Sebagian besar korban disinyalir ditembak oleh tentara Israel atau personel bersenjata yang beroperasi di lokasi distribusi.

GHF menuai kritik global, PBB menyebut cara distribusi bantuan mereka sebagai “sistem mematikan.” Israel pun dinilai menggunakan kelaparan sebagai senjata perang. “Malnutrisi yang dipaksakan dan serangan terhadap warga sipil yang kami saksikan akan membunuh ribuan orang lagi jika tidak dihentikan,” tegas Maynard. “Fakta bahwa dunia membiarkan ini terjadi sungguh mengecewakan. Ini adalah bentuk hukuman kolektif terhadap seluruh penduduk Gaza.”

Kondisi ini juga dikecam oleh organisasi Save the Children. Direktur kemanusiaan untuk Gaza, Rachel Cummings, menyatakan bahwa selain anak-anak yang meninggal, banyak ibu hamil dan menyusui juga mengalami malnutrisi parah akibat kelangkaan pangan. Ia mendesak Israel untuk membuka akses bantuan kemanusiaan.

“Pemerintah Israel harus mengizinkan masuknya makanan, pasokan medis, dan tenaga kesehatan atau tim penyelamat melalui sistem kemanusiaan yang telah ada, guna mencegah hilangnya nyawa anak-anak dan hancurnya masa depan mereka karena kelaparan dan penyakit,” kata Cummings kepada The New Arab.

Sejak agresi militer Israel dimulai Oktober 2023, setidaknya 58.573 warga Palestina telah terbunuh dan 139.607 lainnya terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Angka sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi. Israel kini menghadapi berbagai tuduhan kejahatan perang, termasuk dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Sementara itu, menurut Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang didukung PBB, 93 persen penduduk Gaza menghadapi ketidakamanan pangan akut, dengan satu dari empat orang hidup dalam kondisi menyerupai kelaparan.

Sumber:
https://www.newarab.com/news/surgeon-warns-gaza-patients-dying-wounds-due-starvation

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pemimpin Gereja Desak Vatikan Bertindak atas Kekerasan Pemukim Israel di Taybeh, Tepi Barat

Next Post

OCHA: Warga Gaza Tetap Pertaruhkan Nyawa Demi Mendapatkan Bantuan

Adara Relief International

Related Posts

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran
Berita Kemanusiaan

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

by Adara Relief International
April 20, 2026
0
13

Sistem kesehatan di Jalur Gaza kian mendekati titik kolaps di tengah berlanjutnya pembatasan dan dampak perang berkepanjangan. Organisasi kemanusiaan memperingatkan...

Read moreDetails
Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

April 20, 2026
15
Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

April 20, 2026
20
PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

April 20, 2026
13
75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

April 20, 2026
14
UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

April 20, 2026
14
Next Post
OCHA: Warga Gaza Tetap Pertaruhkan Nyawa Demi Mendapatkan Bantuan

OCHA: Warga Gaza Tetap Pertaruhkan Nyawa Demi Mendapatkan Bantuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630